Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, menyebut Iran tidak serius untuk melanjutkan negosiasi damai dengan negaranya. Padahal, konflik antara Washington dan Teheran kini semakin panas. Keduanya saling meningkatkan serangan terhadap satu sama lain.
Menlu AS Marco Rubio Sebut Iran Tak Serius Lanjut Negosiasi

- Menlu AS Marco Rubio menilai Iran tidak serius melanjutkan negosiasi damai, meski Washington siap berdialog dan telah mendesak Teheran kembali ke meja perundingan.
- AS memberi syarat agar Iran membuka Selat Hormuz dan menghentikan serangan terhadap kapal sebelum negosiasi dilanjutkan, menegaskan pentingnya komitmen nyata dari Teheran.
- Upaya negosiasi terhambat karena kedua negara masih saling menyerang, termasuk serangan balasan AS dan blokade Iran di Selat Hormuz yang memperpanjang ketegangan.
"Masalah yang kita hadapi saat ini adalah mereka (Iran) tidak serius dalam berdialog. Jika mereka serius, kita juga serius. Jika tidak, maka kita akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kita dan juga kepentingan sekutu kita," kata Rubio di sela pertemuan Menlu negara-negara ASEAN yang digelar di Manila, Filipina, pada Rabu (22/7/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.
1. Rubio sebut AS siap melanjutkan negosiasi

Menurut Rubio, AS sebetulnya sudah siap untuk melanjutkan negosiasi damai dengan Iran. Washington juga sudah mendesak Teheran dan delegasinya untuk kembali ke meja perundingan. Sayangnya, Iran menegaskan enggan bertemu dengan AS sebelum mereka berhenti melakukan serangan.
Namun, Iran kini tampak sudah berubah pikiran dan mau melanjutkan negosiasi dengan Negeri Paman Sam. Sebab, sejumlah sumber dari Timur Tengah mengatakan bahwa Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, sudah berkunjung ke Pakistan untuk meminta mereka memberitahu AS agar segera melanjutkan negosiasi. Menurut sumber tersebut, Momeni menyampaikan pesan ini ke Pakistan karena mereka merupakan mediator perdamaian utama antara AS dan Iran.
2. AS memberi syarat ke Iran jika ingin melanjutkan negosiasi

Sebelumnya, AS sudah memberikan syarat ke Iran jika mereka ingin melanjutkan negosiasi damai. Rubio mengatakan, jika ingin melanjutkan negosiasi dengan AS, maka Teheran harus kembali membuka Selat Hormuz dan membiarkan kapal-kapal melintas di sana dengan bebas dan aman. Jika tidak, maka negosiasi tidak bisa dilanjutkan. Meski begitu, Rubio mengatakan AS tetap mengutama jalur damai untuk menyelesaikan konflik dengan Iran.
"Ini harus jelas. Ini harus berupa kesepakatan yang mereka bersedia patuhi. Lihat, Iran seminggu yang lalu seharusnya mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka dan bahwa mereka tidak akan lagi menyerang kapal (yang melintas di sana). (Namun), alih-alih melakukan itu, mereka (malah) menyerang tiga kapal (di Selat Hormuz). Saya pikir itu terjadi Jumat atau Sabtu lalu. Jadi, maksud saya, perilaku mereka harus berubah agar perilaku kita juga berubah," jelas Rubio kepada wartawan pada Minggu (19/7/2026) pekan lalu.
3. Negosiasi damai lanjutan terhambat karena AS dan Iran masih saling serang

Upaya negosiasi lanjutan antara AS dan Iran sebetulnya mengalami hambatan karena kedua negara kini masih saling serang. Komando Tengah (CENTCOM) militer AS mengatakan, pihaknya telah merampungkan gelombang serangan ke-11 terhadap Iran pada Selasa (21/7/2026) malam waktu setempat. Serangan ini dilakukan usai Iran menyerang sejumlah fasilitas vita milik perusahaan teknologi raksasa asal AS, Amazon, yang ada di Bahrain.
Saat ini, Iran juga masih menutup Selat Hormuz. Langkah ini membuat kapal-kapal jadi terjebak di perairan tersebut. Sebetulnya, Washington sudah berulang kali mengultimatum Teheran untuk segera membuka Selat Hormuz. Namun, Iran masa bodoh dengan ultimatum tersebut dan tetap melakukan blokade di Selat Hormuz. Ini membuat konflik antara AS dan Iran jadi makin berlarut-larut.


















