Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus dan Dirdik III Jamintel Diganti

- Kejaksaan Agung merotasi 29 pejabat struktural berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor 831 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 22 Juli 2026.
- Posisi Direktur Penyidikan Jampidsus kini dijabat Rinaldi Umar menggantikan Syarief Sulaeman Nahdi yang dimutasi menjadi Direktur III Jamintel.
- Rotasi juga mencakup sejumlah Kajati di berbagai daerah serta penugasan baru di Badan Pemulihan Aset dan bidang pengawasan Kejagung.
Jakarta, IDN Times – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan rotasi dan mutasi sejumlah pejabat struktural. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian terjadi di lingkungan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), khususnya posisi Direktur Penyidikan.
Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 831 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. Keputusan itu ditetapkan pada 22 Juli 2026.
1. Syarief Sulaeman Nahdi kena mutasi, Direktur Penyidikan Jampidsus diisi Rinaldi Umar

Dalam keputusan tersebut, Syarief Sulaeman Nahdi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung dimutasi menjadi Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung.
Posisi Direktur Penyidikan Jampidsus yang ditinggalkan Syarief kemudian diisi Rinaldi Umar. Sebelumnya, Rinaldi menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.
Pergantian ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian rotasi 29 pejabat struktural Kejagung. Mutasi juga menyasar sejumlah posisi strategis, mulai dari kepala kejaksaan tinggi (Kajati), wakil kepala kejaksaan tinggi, direktur pada Jampidsus dan Jamintel, hingga sejumlah jabatan di Badan Pemulihan Aset.
Sementara itu, Rinaldi Umar mendapat promosi untuk mengisi posisi Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung. Sebelum ditunjuk ke posisi tersebut, Rinaldi menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.
Selain pergantian di jajaran penyidikan Jampidsus, sejumlah pejabat yang selama ini bertugas di bidang tindak pidana khusus juga mendapat penugasan baru.
Muhammad Syarifuddin, yang sebelumnya menjabat Direktur Pengendalian Operasi pada Jampidsus, ditunjuk sebagai Kajati Sulawesi Selatan. Posisi yang ditinggalkannya kemudian diisi Erich Folanda, yang sebelumnya merupakan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Sementara itu, Dandeni Herdiana yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Jampidsus mendapat tugas baru sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat.
2. Sejumlah Kajati juga bergeser

Rotasi juga menyentuh sejumlah posisi Kajati di berbagai wilayah. Sila Haholongan yang sebelumnya menjabat Kajati Sulawesi Selatan kini dipercaya sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung. Posisi Kajati Sulawesi Selatan kemudian diisi Muhammad Syarifuddin.
Di wilayah lainnya, I Gde Ngurah Sriada yang sebelumnya menjabat Kajati Daerah Istimewa Yogyakarta dimutasi menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung. Jabatan Kajati DIY selanjutnya diisi Sri Kuncoro yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung.
Mutasi juga terjadi pada jajaran Kajati Kalimantan Timur, Aceh, Lampung, Kalimantan Selatan, Banten, serta Kepulauan Riau.
Selain itu, sejumlah pejabat juga mendapat penugasan di Badan Pemulihan Aset Kejagung, termasuk Supardi yang sebelumnya menjabat Kajati Kalimantan Timur dan kini ditunjuk sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset.
3. Daftar 29 Pejabat yang dimutasi Kejagung

Berikut daftar pejabat yang mendapat rotasi dan mutasi berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor 831 Tahun 2026:
1. Sila Haholongan
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung.
2. Muhammad Syarifuddin
Dari Direktur Pengendalian Operasi pada Jampidsus Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
3. Erich Folanda
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menjadi Direktur Pengendalian Operasi pada Jampidsus Kejaksaan Agung.
4. Waito Wongateleng
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
5. Dandeni Herdiana
Dari Koordinator pada Jampidsus Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat.
6. I Gde Ngurah Sriada
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung.
7. Sri Kuncoro
Dari Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta.
8. Arie Sudihar
Dari Jaksa Ahli Utama pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung (Jaksa ditugaskan pada Komisi Yudisial) menjadi Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung.
9. Supardi
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menjadi Sekretaris Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
10. Chatarina Muliana
Dari Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.
11. Yudi Triadi
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh menjadi Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
12. Teuku Rahmatsyah
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh.
13. Tjakra Suyana Eka Putra
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung.
14. Tommy Kristanto
Dari Koordinator pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.
15. Tiyas Widiarto
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan menjadi Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
16. Sukarman Sumarinton
Dari Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.
17. Bernadeta Maria Erna Elastiyani
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Banten menjadi Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung.
18. Herry Hermanus Horo
Dari Direktur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.
19. Bima Suprayoga
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi menjadi Direktur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
20. Mia Banulita
Dari Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi.
21. Danang Suryo Wibowo
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung menjadi Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
22. Taufan Zakaria
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung.
23. Desy Meutia Firdaus
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
24. Andi Suharlis
Dari Koordinator pada Jampidsus Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta.
25. Jehezkiel Devy Sudarso
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau menjadi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia.
26. Transiswara Adhi
Dari Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.
27. Syarief Sulaeman Nahdi
Dari Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung menjadi Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
28. Rinaldi Umar
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten menjadi Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung.
29. Bayu Adhinugroho Arianto
Dari Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.















