Kejagung Sebut 29 Pejabat Dimutasi dalam Rangka Kelancaran Pelayanan

- Kejaksaan Agung merotasi dan memutasi 29 pejabat struktural, mencakup posisi strategis di Jampidsus, Jamintel, Kajati, serta Badan Pemulihan Aset untuk penyegaran organisasi dan kelancaran pelayanan publik.
- Mutasi di lingkungan Jampidsus menempatkan Syarief Sulaeman Nahdi sebagai Direktur III Jamintel dan Rinaldi Umar sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus, disertai pergeseran sejumlah pejabat lain di berbagai wilayah.
- Rotasi juga menyentuh beberapa Kajati seperti Sulawesi Selatan, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Aceh, Lampung, Banten, hingga Kepulauan Riau sesuai Keputusan Jaksa Agung Nomor 831 Tahun 2026.
Jakarta, IDN Times – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan rotasi dan mutasi terhadap 29 pejabat struktural. Mutasi tersebut mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), kepala kejaksaan tinggi (Kajati), hingga Badan Pemulihan Aset.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna mengatakan, rotasi dan mutasi tersebut merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi. Langkah itu juga dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong.
"Benar ini merupakan hal biasa bagian dari proses promosi dan rotasi penyegaran organisasi serta untuk mengisi kekosongan beberapa jabatan dalam rangka kelancaran pelayanan kepada masyarakat/publik terutama dalam pelayanan dan penegakan hukum," kata Anang dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 831 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. Keputusan tersebut ditetapkan pada 22 Juli 2026.
1. Syarief Sulaeman Nahdi dimutasi dari Dirdik Jampidsusdri

Salah satu mutasi yang menjadi perhatian terjadi di lingkungan Jampidsus Kejagung. Syarief Sulaeman Nahdi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jampidsus dimutasi menjadi Direktur III pada Jamintel Kejagung.
Posisi Direktur Penyidikan Jampidsus yang ditinggalkan Syarief kemudian diisi Rinaldi Umar. Sebelumnya, Rinaldi menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari rangkaian mutasi 29 pejabat struktural Kejagung. Selain jajaran Jampidsus, rotasi juga menyasar sejumlah pejabat di lingkungan Jamintel, jajaran Kajati dan wakil Kajati, serta sejumlah jabatan pada Badan Pemulihan Aset.
Di lingkungan Jampidsus, Muhammad Syarifuddin yang sebelumnya menjabat Direktur Pengendalian Operasi kini ditunjuk sebagai Kajati Sulawesi Selatan. Posisi yang ditinggalkannya kemudian diisi Erich Folanda yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Sementara itu, Dandeni Herdiana yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Jampidsus mendapat tugas baru sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat. Andi Suharlis yang juga sebelumnya menjabat Koordinator pada Jampidsus kini dipercaya sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Sejumlah Kajati juga bergeser

Rotasi juga menyentuh sejumlah posisi Kajati di berbagai wilayah. Sila Haholongan yang sebelumnya menjabat Kajati Sulawesi Selatan kini dipercaya sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung. Posisi Kajati Sulawesi Selatan kemudian diisi Muhammad Syarifuddin.
Di wilayah lainnya, I Gde Ngurah Sriada yang sebelumnya menjabat Kajati Daerah Istimewa Yogyakarta dimutasi menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung. Jabatan Kajati DIY selanjutnya diisi Sri Kuncoro yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung.
Mutasi juga terjadi pada jajaran Kajati Kalimantan Timur, Aceh, Lampung, Kalimantan Selatan, Banten, serta Kepulauan Riau.
Supardi yang sebelumnya menjabat Kajati Kalimantan Timur dimutasi menjadi Sekretaris Badan Pemulihan Aset Kejagung. Posisi Kajati Kalimantan Timur kemudian diisi Chatarina Muliana yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset Kejagung.
Sementara itu, Yudi Triadi yang sebelumnya menjabat Kajati Aceh kini dipercaya sebagai Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset. Jabatan Kajati Aceh selanjutnya diisi Teuku Rahmatsyah yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung.
Di Kalimantan Selatan, Tiyas Widiarto dimutasi menjadi Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset. Posisi Kajati Kalimantan Selatan kemudian diisi Sukarman Sumarinton.
Pergantian juga terjadi di Banten. Bernadeta Maria Erna Elastiyani dimutasi menjadi Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. Posisi Kajati Banten kemudian diisi Herry Hermanus Horo yang sebelumnya menjabat Direktur V pada Jamintel.
Sementara itu, Danang Suryo Wibowo yang sebelumnya menjabat Kajati Lampung kini dipercaya sebagai Direktur II pada Jamintel. Jabatan Kajati Lampung kemudian diisi Taufan Zakaria.
Adapun posisi Kajati Kepulauan Riau yang sebelumnya dijabat Jehezkiel Devy Sudarso kini diisi Transiswara Adhi. Jehezkiel mendapat tugas baru sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia.
3. Daftar 29 pejabat yang dimutasi Kejagung

Berikut daftar 29 pejabat yang mendapat rotasi dan mutasi berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor 831 Tahun 2026:
1. Sila Haholongan
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung.
2. Muhammad Syarifuddin
Dari Direktur Pengendalian Operasi pada Jampidsus Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
3. Erich Folanda
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menjadi Direktur Pengendalian Operasi pada Jampidsus Kejaksaan Agung.
4. Waito Wongateleng
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
5. Dandeni Herdiana
Dari Koordinator pada Jampidsus Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat.
6. I Gde Ngurah Sriada
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung.
7. Sri Kuncoro
Dari Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta.
8. Arie Sudihar
Dari Jaksa Ahli Utama pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung (Jaksa ditugaskan pada Komisi Yudisial) menjadi Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung.
9. Supardi
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menjadi Sekretaris Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
10. Chatarina Muliana
Dari Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.
11. Yudi Triadi
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh menjadi Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
12. Teuku Rahmatsyah
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh.
13. Tjakra Suyana Eka Putra
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung.
14. Tommy Kristanto
Dari Koordinator pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.
15. Tiyas Widiarto
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan menjadi Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
16. Sukarman Sumarinton
Dari Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.
17. Bernadeta Maria Erna Elastiyani
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Banten menjadi Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung.
18. Herry Hermanus Horo
Dari Direktur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.
19. Bima Suprayoga
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi menjadi Direktur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
20. Mia Banulita
Dari Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi.
21. Danang Suryo Wibowo
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung menjadi Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
22. Taufan Zakaria
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung.
23. Desy Meutia Firdaus
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
24. Andi Suharlis
Dari Koordinator pada Jampidsus Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta.
25. Jehezkiel Devy Sudarso
Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau menjadi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia.
26. Transiswara Adhi
Dari Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.
27. Syarief Sulaeman Nahdi
Dari Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung menjadi Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
28. Rinaldi Umar
Dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten menjadi Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung.
29. Bayu Adhinugroho Arianto
Dari Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

















