Banjarbaru, IDN Times - Tiga anak Risnawati yang masih balita tampak ceria berlarian di Pondok Pesantren Al Falah, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/10/2026). Di tengah keceriaan buah hatinya, Risnawati hanya bisa menatap nanar.
Matanya membengkak, menahan kesedihan setelah kehilangan suami di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan.
Hampir tiga bulan berlalu sejak suaminya meninggal mendadak pada 26 Juli 2026. Namun, duka itu belum juga reda. Risnawati kini harus menjalani hidup seorang diri bersama lima anaknya, tanpa pekerjaan dan dengan pendidikan yang terbatas.
"Bingung. Saya enggak kerja, enggak tahu ini mau bagaimana, terlebih sekolah saya enggak tinggi seperti orang-orang, enggak tahu keadaannya begini," ucap Risnawati dengan suara bergetar menahan tangis.
