Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Houthi Ingatkan Warga Jauhi Bandara King Khalid Arab Saudi

3 min read
Houthi Ingatkan Warga Jauhi Bandara King Khalid Arab Saudi
Ilustrasi bandara (Unsplash.com/Lai Man Nung)
  • Houthi memperingatkan maskapai, petugas, dan penumpang untuk menjauhi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang mereka nyatakan tetap menjadi sasaran militer.
  • Pengelola bandara membuka kembali layanan bertahap pada 25 Oktober 2026: Terminal 1 untuk penerbangan domestik dan Terminal 2 bagi penerbangan internasional maskapai nasional.
  • Penutupan bandara sejak 10 Oktober dipicu serangan Houthi yang menewaskan 13 orang; sejumlah maskapai asing menunda penerbangan akibat situasi keamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran kembali memperingatkan publik agar tidak menggunakan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Minggu (25/10/2026). Ancaman ini muncul beberapa jam setelah pengelola bandara membuka kembali dua terminal penerbangan yang sempat ditutup sejak awal Oktober.

Pemerintah Arab Saudi bersama pengelola bandara sebelumnya berupaya memulihkan layanan penerbangan secara bertahap dengan membagi operasional terminal keberangkatan. Namun, ancaman terbaru dari Houthi kembali memicu kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan komersial di kawasan Teluk.

  1. 1. Peringatan Houthi yang menetapkan Bandara Riyadh sebagai sasaran militer

    Juru bicara militer kelompok Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa Bandara Internasional King Khalid berstatus tidak aman dan tetap menjadi target utama pasukannya. Ia menegaskan serangan terhadap bandara di ibu kota Arab Saudi itu akan terus berlanjut.

    "Angkatan Bersenjata Yaman kembali memperingatkan seluruh maskapai internasional, regional, dan lokal, beserta petugas dan penumpang, agar tidak bepergian melalui Bandara King Khalid di Riyadh. Lokasi tersebut tidak aman karena menjadi sasaran militer kami," kata Yahya Saree, dilansir Hindustan Times.

    Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi harus menanggung seluruh risiko atas keputusan membuka kembali bandara tersebut. Oleh karena itu, Houthi secara terbuka meminta semua maskapai komersial dan warga sipil menjauhi fasilitas penerbangan itu.

  2. 2. Pembagian layanan penerbangan di Terminal 1 dan 2 Bandara King Khalid

    Sebelum peringatan terbaru Houthi muncul, pengelola Bandara Internasional King Khalid telah merilis panduan perjalanan resmi pada Sabtu (24/10/2026) malam. Otoritas bandara mengumumkan pembagian fungsi kedua terminal tersebut melalui akun media sosial resmi mereka.

    "Mulai Minggu, 25 Oktober 2026, Terminal 1 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh akan melayani penerbangan domestik, sedangkan Terminal 2 melayani penerbangan internasional dari maskapai nasional," tulis pengumuman resmi pengelola bandara.

    Pihak bandara juga mengimbau seluruh calon penumpang yang sudah memiliki tiket agar memeriksa kembali jadwal keberangkatan ke maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

  3. 3. Penundaan jadwal penerbangan maskapai asing akibat situasi keamanan

    Pembukaan kembali kedua terminal ini dilakukan setelah bandara utama di Riyadh itu ditutup total selama dua pekan sejak 10 Oktober 2026. Penutupan tersebut dipicu oleh serangan Houthi yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya, yang menjadi insiden terparah di Arab Saudi dalam lebih dari 10 tahun terakhir.

    Situasi keamanan yang belum stabil membuat maskapai Air India dan Air India Express menghentikan seluruh penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 7 November 2026, serta rute ke Jeddah hingga 31 Oktober 2026. Kedua maskapai tersebut menawarkan perubahan jadwal gratis atau pengembalian uang tiket secara penuh kepada para penumpang.

    Di sisi lain, Juru Bicara Koalisi Militer Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, memastikan sistem pertahanan udara negaranya terus bersiaga menghalau serangan lintas batas. Pasukan pertahanan udara dilaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah drone bersenjata serta rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke arah Riyadh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More