Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TOP 5: Dua Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli hingga RI Pangkas Ekspor Gas

3 min read
TOP 5: Dua Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli hingga RI Pangkas Ekspor Gas
Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf biacara peluang kenaikan biaya haji. (IDN Times/Amir Faisol).

Jakarta, IDN Times - Sejumlah peristiwa menarik menjadi sorotan pada Minggu (25/10/2026), mulai dari pengangkatan dua anak Menteri Haji dan Umrah menjadi tenaga ahli, popularitas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mengungguli Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam survei, hingga penurunan polusi udara di Jakarta. Berbagai isu tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, dinamika politik, dan kondisi lingkungan.

Di tingkat internasional, kabut asap lintas batas juga memicu kemarahan sebagian warga Malaysia yang menyerukan boikot produk Indonesia. Sementara itu, keputusan Indonesia memangkas ekspor gas alam ke Singapura mendapat respons dari Menteri Energi Singapura Tan See Leng, yang meminta masyarakat tetap tenang karena dampaknya terhadap harga listrik dalam jangka pendek diperkirakan terbatas.

Berikut deretan berita yang menarik untuk disimak, mulai dari polemik di dalam negeri hingga perkembangan hubungan Indonesia dengan negara tetangga, yang dirangkum dalam TOP 5 News IDN Times. #BeritaHariIni

  1. 1. Dua Anak Diangkat Jadi Tenaga Ahli, Ini Klarifikasi Menteri Haji

    Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengakui telah mengangkat dua putranya sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya. Nama keduanya tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengangkatan tenaga ahli.

    Gus Irfan menjelaskan, keterlibatan kedua anaknya bermula ketika Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) dibentuk pada akhir 2024. Saat itu, ia bersama Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, belum memiliki kantor, fasilitas kerja, maupun staf pendukung.

    Baca selengkapnya di sini!

  2. 2. Popularitas Bahlil Kalahkan AHY di Survei IPO, Ini Tanggapan Golkar

    Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menempati posisi teratas sebagai menteri yang paling diingat publik berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO).

    Dalam survei yang dirilis pada Sabtu (24/10/2026), Bahlil memperoleh 37,5 persen pada kategori top of mind, yakni pengenalan spontan responden terhadap nama menteri tanpa diberikan daftar nama terlebih dahulu. Ia berada di atas Abdul Muhaimin Iskandar dengan 34,1 persen, Zulkifli Hasan dengan 21,7 persen, dan AHY dengan 16,5 persen.

    Baca selengkapnya di sini!

  3. 3. Polusi Udara Jakarta Menurun, Efek Modifikasi Cuaca Masih Dikaji

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat kecenderungan penurunan konsentrasi sejumlah polutan udara di lima wilayah Jakarta pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Polutan yang mengalami penurunan meliputi PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2).

    Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyampaikan bahwa hasil pemantauan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) menunjukkan tren penurunan konsentrasi polutan, terutama pada pukul 04.00–07.00 WIB.

    Baca selengkapnya di sini!

  4. 4. Geramnya Warga Malaysia soal Kabut Asap, Boikot Produk Indonesia

    Kabut asap lintas batas yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memicu kemarahan sebagian warga Malaysia. Sejumlah warga menyerukan boikot produk Indonesia dan mengajak konsumen beralih ke produk buatan lokal sebagai bentuk protes terhadap persoalan pencemaran udara yang berulang.

    Salah satu warga yang menyuarakan sikap tersebut adalah Hasnah A.R., perempuan berusia 67 tahun yang sebelumnya menggunakan produk Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk kopi Indocafe, teh Sosro, dan santan Kara.

    Baca selengkapnya di sini!

  5. 5. RI Pangkas Ekspor Gas, Menteri Energi Singapura: Jangan Panik!

    Keputusan Indonesia memangkas ekspor gas alam ke Singapura mulai Sabtu (24/10/2026) mendapat respons dari Menteri Energi, Sains dan Teknologi di Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng. Ia meminta masyarakat tetap tenang.

    Tan menyebut pengurangan pasokan gas dari Indonesia mencakup kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian Singapura. Pemerintah Singapura juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keandalan pasokan energi.

    Baca selengkapnya di sini!

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More