Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TAUD Ungkap Ada Percobaan Pembunuhan Terhadap Andrie Yunus
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang jadi korban penyiraman air keras (di tengah). (IDN Times/Santi Dewi)
  • TAUD mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diduga merupakan percobaan pembunuhan terencana yang melibatkan jaringan besar dan kompleks.
  • Penyelidikan menunjukkan para pelaku telah melakukan pengintaian jauh hari sebelum kejadian, memetakan titik pantau di sekitar gedung YLBHI, dan membagi tugas secara sistematis.
  • TAUD menyebut ada 16 orang terlibat, termasuk warga sipil dengan peran berbeda seperti pemantau lapangan, tim komunikasi, hingga pendukung operasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
12 Maret 2026

Andrie Yunus melakukan siniar di kantor YLBHI. TAUD menduga rencana siniar ini sudah bocor ke para pelaku penyiraman air keras.

3 April 2026

Perwakilan TAUD, Muhammad Isnur, menyebut ada sekitar 16 orang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, bukan hanya empat seperti versi TNI.

21 April 2026

TAUD mengungkap adanya percobaan pembunuhan terhadap Andrie Yunus yang melibatkan jaringan besar dan terencana, serta menjelaskan pengintaian dilakukan jauh sebelum hari kejadian.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap adanya dugaan percobaan pembunuhan terhadap Andrie Yunus yang sebelumnya menjadi korban penyiraman air keras.
  • Who?
    Korban adalah Andrie Yunus, sementara temuan disampaikan oleh TAUD melalui perwakilannya, Muhammad Isnur. Diduga terdapat sekitar 16 orang pelaku yang terlibat.
  • Where?
    Kejadian berkaitan dengan aktivitas di sekitar gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), termasuk area Jalan Borobudur, Jalan Proklamasi, Jalan Salemba I, dan RPTRA Borobudur di Jakarta.
  • When?
    Pernyataan TAUD disampaikan pada Selasa, 21 April 2026. Sementara kegiatan siniar Andrie Yunus di YLBHI berlangsung pada 12 Maret 2026.
  • Why?
    Menurut TAUD, aksi tersebut diduga dilakukan secara terencana oleh jaringan besar dengan tujuan bukan hanya mencelakai atau menganiaya, tetapi juga mencoba membunuh korban.
  • How?
    Para pelaku disebut telah melakukan pengintaian sejak lama, menempatkan pos pantau di beberapa titik tanpa kamera pengawas, serta melibatkan warga sipil untuk memantau dan mendukung operasi di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang jahat mau bunuh Pak Andrie Yunus. Katanya mereka udah rencana lama dan banyak orang ikut, ada yang lihat-lihat jalan, ada yang pura-pura jadi ojek. Pak Andrie disiram air keras waktu mau bikin acara di tempat bantuan hukum. Sekarang tim pembela bilang ada 16 orang yang terlibat dan semua sedang diselidiki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun kasus yang diungkap TAUD menunjukkan adanya jaringan besar dan rencana yang kompleks, hal ini juga menandakan bahwa investigasi berjalan dengan cermat dan mendalam. Temuan rinci tentang peran pelaku, lokasi pengintaian, serta dugaan keterlibatan sipil memperlihatkan keseriusan upaya untuk mengurai kebenaran secara transparan dan menyeluruh demi keadilan bagi korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menyebut kasus Andrie Yunus ini melebihi perkara penyiraman air keras saja. Di dalamnya, ada percobaan pembunuhan yang melibatkan jaringan besar.

"Aksi percobaan pembunuhan terhadap korban AY (Andrie Yunus) melibatkan jaringan aktor yang besar, kompleks, dan sangat terencana, sehingga patut diduga bahwa para pelaku tidka hanya berencana mencelakai dan menganiaya, namun mencoba membunuh korban AY," tulis TAUD dalam temuannya, dikutip Selasa (21/4/2026).

1. Pengintaian sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari

Tim investigasi independen TAUD mengungkap empat wajah pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang identitasnya diungkap oleh Polda Metro Jaya. (Dokumentasi TAUD)

TAUD menyebut, para pelaku sudah melakukan persiapan jauh sebelum hari kejadian perkara, dan memetakan sejumlah pos pantau di sekitar gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Sebelum kena siram air keras, Andrie memang sempat melakukan siniar di YLBHI pada 12 Maret 2026. Diduga, rencana siniar ini sudah bocor ke para pelaku penyiraman air keras.

"Tiap pelaku memiliki tugas masing-masing. Kemungkinan besar, terdapat pelaku yang bertugas mengintai dari titik-titik tanpa akses kamera pengawas seperti Jalan Borobudur, Jalan Proklamasi, Jalan Salemba I, dan RPTRA Borobudur," tulis TAUD.

2. Ada keterlibatan sipil dalam kasus Andrie

Tim investigasi independen TAUD mengungkap empat wajah pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang identitasnya diungkap oleh POM TNI. (Dokumentasi TAUD)

TAUD meyakini, ada keterlibatan sipil dalam kasus penyiraman air keras dan percobaan pembunuhan terhadap Andrie ini. Sebab, dalam tangkapan layar video, ada beberapa warga sipil yang turut mondar-mandir.

Para warga sipil ini diduga memiliki tugas berbeda-beda. Ada yang mengenakan atribut ojek online untuk memantau kondisi lapangan, ada tim komunikasi yang terus saling berkontak, pendukung operasi, sampai membantu mensterilkan jalanan.

3. TAUD sebut ada 16 orang jadi pelaku

Wajah 16 pelaku lapangan dalam operasi upaya pembunuhan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (IDN Times/Santi Dewi)

Sebelumnya, TAUD menyebut jumlah pelaku penyiraman air keras ini melebihi empat orang, yang notabene adalah versi TNI. Versi mereka, setidaknya ada 16 orang yang terlibat dalam rencana ini.

"Jadi ini bukan hanya empat, bukan hanya yang membuntuti dan menyerang (Andrie Yunus), tapi di lapangan tuh ada semacam koordinator lapangannya, ada semacam komandan lapangannya yang memerintahkan, yang instruksi, yang tarik, yang mundur, yang apapun itu semuanya ada,” kata perwakilan TAUD, Muhammad Isnur, dalam program Ngobrol Seru by IDN Times, Jumat (3/4/2026).

Editorial Team