Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), yassierli, meninjau tempat program magang nasional di salah satu perusahaan kosmetik, pada Selasa (27/1/2026) (Instagram/@sekretariat.kabinet)
Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Yassierli, mengaku telah menerima surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait efisiensi jilid III pada 1 April 2026. Ada beberapa pagu anggaran yang tidak bisa digunakan, karena bersifat pencadangan untuk rincian output (RO) khusus, dan anggaran yang telah diblokir Rp265 miliar.
Yassierli masih menelaah lebih jauh pagu anggaran yang dimiliki kementeriannya untuk menyesuaikan dengan efisiensi tersebut.
"Kami juga ingin sampaikan bahwa kita baru menerima surat dari Kementerian Keuangan tanggal 1 April bahwa ada efisiensi anggaran yang bersumber dari rupiah murni," kata Yassierli dalam rapat.
Ia menjelaskan terdapat pergeseran dari Bagian Anggaran Bendahara Umum (BA BUN) Kemenkeu sebesar Rp181.826.183.000 (Rp181,8 miliar).
Adapun, rincian output khusus dari nilai tersebut sebesar Rp122.163.948.000 (Rp122,1 miliar) dan hasil identifikasi efisiensi anggaran oleh Kemenkeu Rp59.662.235.000 (Rp59,6 miliar).
"Pergeseran dari BA BUN Kemenkeu Rp181 miliar anggaran dari RO khusus Rp122 miliar, dan hasil identifikasi efisiensi oleh Kemenkeu sebesar Rp59 miliar," ujar Yassierli.
Sedangkan, kata dia, realisasi anggaran per 8 April 2026 sudah di angka 31,87 persen. Namun, realisasi ini belum dikoreksi dengan pemangkasan anggaran efesiensi jilid III.
"Per 8 April kami ingin melaporkan realisasi dari anggaran yang saat ini rata-rata dari setiap unit eselon 1 itu sudah 31,87 persen, dengan cadangan bahwa realisasi ini belum memperhitungkan efisiensi jilid III yang kami baru saja terima dari Kemenkeu," kata Yassierli.