Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengungkap fakta lainnya mengenai kapal pesiar J7 Explorer milik pengusaha Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam. Rupanya kapal itu dipinjam oleh Kemhan tanpa biaya sewa untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia.
Itu sebabnya kapal itu diberikan logo instansi Kemhan. Pemasangan logo Kemhan di kapal milik pengusaha batu bara itu disoroti luas oleh publik. Banyak yang menganggapnya rawan konflik kepentingan. Dokumentasi foto mengenai kapal pesiar milik Haji Isam yang ditempel logo Kemhan viral di media sosial.
"Terkait kapal berlogo Kemeterian Pertahanan yang beredar di media sosial, perlu kami jelaskan bahwa kapal itu dipinjam oleh Kemhan dari pihak swasta. Peminjaman itu tanpa ada biaya sewa," ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Selasa (18/8/2026).
Ia menambahkan instansi tempatnya bekerja menggunakan kapal pesiar J7 Explorer untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya, kapal itu digunakan sebagai sarana transportasi antarpulau.
"Kapal itu juga dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas personel dan kebutuhan kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur serta program ketahanan pangan, termasuk kegiatan di Wanam, Papua Selatan, Kalimantan dan Sumatra," tutur jenderal bintang satu itu.
Keberadaan kapal milik Haji Isam itu, dinilai Kemhan membantu untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintah di lapangan.
