Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia-EU CEPA Berlaku 2027, Mobil Jerman Bakal Makin Murah?

4 min read
Indonesia-EU CEPA Berlaku 2027, Mobil Jerman Bakal Makin Murah?
Perayaan Unifikasi Jerman di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • CEPA Indonesia-Uni Eropa ditargetkan berlaku pada Januari 2027, dengan tarif mobil Jerman yang disebut akan mendekati nol persen.

  • Kesepakatan ini mencakup penghapusan tarif lebih dari 98 persen pos tarif dan diharapkan meningkatkan perdagangan Indonesia-Jerman.

  • Jerman juga menyatakan kesiapan memperkuat investasi teknologi di sektor energi, kesehatan, keamanan, dan bidang lainnya di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah mobil Jerman akan lebih terjangkau setelah CEPA?
Share Article

Jakarta, IDN Times — Mobil asal Jerman berpeluang masuk ke pasar Indonesia dengan harga yang lebih kompetitif setelah kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) mulai berlaku.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tarif mobil Jerman akan mendekati nol persen setelah CEPA diterapkan. Indonesia menargetkan kesepakatan tersebut mulai berlaku pada Januari 2027.

“Dengan CEPA, tarif (untuk mobil) akan mendekati nol persen,” kata Airlangga dalam perayaan German Unity Day di Jakarta, pekan lalu.

Airlangga mengatakan, penerapan tarif tersebut juga mempertimbangkan skema perdagangan yang sudah berjalan. Ia berharap mobil Jerman dapat masuk ke Indonesia dengan harga yang lebih kompetitif setelah kesepakatan dagang tersebut berlaku.

  1. 1. Airlangga ingin mobil Jerman dijual lebih terjangkau

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (dok. Istimewa)
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (dok. Istimewa)

    Airlangga mengaku ingin melihat lebih banyak mobil asal Jerman di jalanan Indonesia. Ia bahkan menyinggung salah satu produsen otomotif ternama asal negara tersebut.

    “Saya pikir di bawah skema yang berlaku saat ini juga ada fasilitas completely knocked-down (CKD), jadi ada fasilitas juga,” ujarnya.

    Airlangga juga mengaku ingin melihat mobil rakyat asal Jerman yang terkenal dapat dijual dengan harga terjangkau di Indonesia. Pernyataan tersebut merujuk pada Volkswagen, salah satu produsen otomotif besar Jerman.

    Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste juga berharap lebih banyak mobil Jerman dapat memasuki pasar Indonesia. Menurutnya, penerapan CEPA akan memberikan akses yang lebih baik bagi perusahaan Jerman ke pasar Indonesia yang terus berkembang.

    “Mobil kami sangat modern, berteknologi tinggi, dan tahan lama. Berkat CEPA, perusahaan Jerman memiliki akses yang lebih baik ke pasar Indonesia yang berkembang. Hal itu akan membuat kita semua lebih sejahtera,” kata Beste.

  2. 2. Perdagangan RI-Jerman diharapkan meningkat dengan turunnya tarif

    Gambar ilustrasi kerja sama bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa dalam kesepakatan IEU-CEPA
    Gambar ilustrasi kerja sama bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa dalam kesepakatan IEU-CEPA (https://pixabay.com/id/illustrations/jabat-tangan-kerja-tim-dunia-4093476/)

    Kesepakatan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa akan menghapus tarif pada lebih dari 98 persen pos tarif. Jika dihitung berdasarkan nilai perdagangan, cakupannya hampir mencapai 100 persen.

    Kesepakatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman. Indonesia saat ini masih menyelesaikan tahap akhir dokumen dan proses legislasi sebelum CEPA dapat berlaku.

    Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai perdagangan Indonesia dengan Jerman justru turun 7 persen secara tahunan pada Januari-Agustus 2026 menjadi hampir 3,9 miliar dolar AS. Di sektor otomotif, impor kendaraan Jerman ke Indonesia juga mengalami penurunan. Nilainya mencapai 65,8 juta dolar AS pada periode yang sama, turun hampir 63 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025.

    Dengan tarif yang lebih rendah setelah CEPA berlaku, pemerintah berharap perdagangan kedua negara dapat kembali meningkat, termasuk melalui peningkatan akses produk Jerman ke pasar Indonesia.

  3. 3. Jerman siap tambah investasi untuk teknologi di Indonesia

    ilustrasi investasi (Pexels.com/kaboompics)
    ilustrasi investasi (Pexels.com/kaboompics)

    Selain perdagangan, Jerman menyatakan kesiapan memperkuat kerja sama dengan Indonesia melalui investasi teknologi tinggi. Beste mengatakan sektor energi, perdagangan, kesehatan, dan keamanan menjadi sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan.

    “Jerman siap menyediakan banyak investasi teknologi tinggi di Indonesia,” kata Beste dalam kesempatan yang sama.

    Ia mengatakan, perusahaan Jerman telah terlibat dalam sejumlah proyek di Indonesia, termasuk teknologi persinyalan untuk Light Rail Transit (LRT), pembangkit listrik tenaga surya, transisi energi, serta pengembangan jaringan listrik di Sulawesi. Jerman juga mendukung pengembangan energi terbarukan dan kerja sama melalui Just Energy Transition Partnership (JETP).

    Di sektor kesehatan, perusahaan Jerman juga telah bekerja sama dengan Indonesia, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang nutrisi. Beste menyebut perusahaan seperti Vaya Medical sebagai mitra dalam penyediaan bahan bernutrisi untuk perempuan dan anak-anak Indonesia.

    “Perusahaan seperti Vaya merupakan mitra yang sangat kuat bagi Indonesia dalam menyediakan bahan bernutrisi bagi perempuan dan anak-anak Indonesia untuk mendapatkan gizi yang seimbang,” ujarnya.

    Kerja sama kedua negara juga mencakup sektor keamanan dan kemanusiaan. Bersama mitra Eropa, Jerman telah menyerahkan dua pesawat angkut Airbus A400M kepada Indonesia yang antara lain digunakan dalam respons bencana, termasuk pengiriman bantuan kemanusiaan saat banjir di Sumatra dan kebakaran di Kalimantan.

    Jerman dan Indonesia juga bekerja sama menyediakan kapal riset KIA Econopus yang dibangun bersama oleh perusahaan Indonesia dan Jerman. Kapal tersebut digunakan untuk membantu Indonesia melakukan survei wilayah perairan yang memiliki peran penting dalam kelancaran perdagangan global.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More