Jakarta, IDN Times - Transparency International Indonesia (TII) menduga ada motif elektoral yang diincar Presiden Prabowo Subianto melalui sumbangan 1.098 ekor sapi kurban kepada masyarakat. Apalagi, pembelian ribuan ekor sapi kurban itu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai sekitar Rp100 miliar.
Peneliti TII, Agus Sarwono, mengatakan perlu ditelusuri lebih lanjut, apakah anggaran untuk pembelian ribuan sapi kurban tersebut sudah dialokasikan sejak jauh hari atau mendadak diadakan.
"Dalam pemahaman saya, definisi kurban adalah mengeluarkan atau mensucikan harta dengan cara bersedekah. Tetapi itu dari hasil kekayaan dia pribadi. Ini harta yang dia peroleh. Tetapi kalau menggunakan APBN (untuk membeli hewan kurban) maka ini bukan berkurban," ujar Agus ketika dihubungi IDN Times melalui telepon, Rabu (27/5/2026).
Agus menduga Prabowo mengalokasikan anggaran di APBN untuk berkurban bukan bertujuan untuk berbagi daging hewan kurban, melainkan political branding. Dia menyebut tidak ada masalah bila pemerintah sudah menganggarkan pembelian hewan kurban sejak 2025. Namun, menjadi catatan bila pembelian ribuan hewan kurban dilakukan secara mendadak.
"Pertanyaan lainnya soal skema pengadaan (hewan kurban). Bagaimana cara pembeliannya?" tanya dia.
