Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tim SAR Perluas Area Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda
Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten (Dok. Basarnas Banten)
  • Tim SAR Gabungan memasuki hari kedua pencarian delapan orang, termasuk lima jurnalis, yang hilang kontak saat menggunakan speed boat di Perairan Selat Sunda.
  • Operasi sejak Rabu pukul 07.00 WIB dibagi menjadi empat SRU, memperluas penyisiran laut menggunakan KN SAR Tetuka, KAL Anyer, serta dua RIB.
  • Pencarian melibatkan Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, nelayan, dan masyarakat dengan dukungan kapal, drone thermal, peralatan medis serta komunikasi; cuaca cerah berawan dan gelombang 0,4-1 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tim penyelamat mencari delapan orang yang hilang saat naik perahu cepat di Selat Sunda. Mereka ada kapten kapal, anak buah kapal, pemandu, dan lima wartawan. Pada hari kedua, banyak tim memakai kapal, mobil, dan drone untuk mencari lebih luas. Mereka juga mencari dekat Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Cuacanya cerah berawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Memasuki hari kedua operasi pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, Operasi SAR hari kedua dimulai pada Rabu (9/9/2026) pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan dukungan berbagai sarana serta peralatan pencarian.

“Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.

Kedua SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR. Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM.

SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.

“Pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya,” ujar Rizky.

Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.

Delapan orang yang menggunakan speed boat masih dalam pencarian terdiri dari Warta (55), selaku kapten kapal, Surakman (60), ABK, Heriyanto (49), guide serta lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal jurnalis freelance.

“Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter,” kata Rizky.

Curated For You

Editorial Team

Related Article