Jakarta, IDN Times - Kepala penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf Wirya Arthadiguna membantah TNI terlibat dalam tewasnya seorang anak karena luka tembak di Kampung Jigiunggi, Papua pada Selasa (14/4/2026). Ia menegaskan tak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi.
"Saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut, tidak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi," ujar Wirya di dalam keterangan resmi Koops Habema pada Senin (20/4/2026).
Ia mengatakan ada dua peristiwa penembakan berbeda yang terjadi pada Selasa (14/4/2026). Peristiwa pertama, kata perwira menengah di TNI itu terjadi di Kampung Kembru, Papua.
"Berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut," katanya.
Ia mengatakan aparat penegak hukum langsung mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Saat aparat tiba di lokasi, mereka diserang oleh kelompok OPM. Baku tembak pun tak terelakan untuk terjadi.
Dari baku tembak itu, ada empat anggota OPM yang gugur. Selain itu, aparat penegak hukum turut menyita beberapa barang bukti milik para pelaku penembakan.
