Jakarta, IDN Times - Peran TNI kini hampir dilibatkan ke semua lini, tak terkecuali mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka akan diminta membantu distribusi MBG ke berbagai wilayah Tanah Air.
Mengutip dari keterangan Mabes TNI pada September 2025, sudah ada 452 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola TNI. Mereka menargetkan membangun 2.000 SPPG di seluruh wilayah Indonesia.
"Saat ini, TNI sudah mengoperasionalkan 113 MBG, ditambah yang diluncurkan pada hari ini sebanyak 339 SPPG, maka total ada 452 SPPG yang dikelola oleh TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara," ujar Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto ketika meluncurkan SPPG yang dipusatkan di Lanud Adi Soemarmo pada September 2025.
"Kami alokasi 2.000 dan bertahap nanti yang kami (bangun) dan bisa lebih," imbuhnya.
Sementara, Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini memiliki pucuk pemimpin baru yakni Nanik S. Deyang, kemarinn, Kamis, 4 Juni 2026, memperkenalkan jajaran pimpinan tinggi di lembaganya, usai terjadi perombakan pimpinan BGN. Salah satu pimpinan baru adalah Mayjen TNI Trenggono yang menjabat Wakil Kepala BGN.
Nanik mengatakan alasan dilibatkan unsur militer dalam struktur pimpinan BGN, lantaran TNI dianggap bisa menyukseskan program MBG. TNI dianggap dapat memaksimalkan distribusi MBG bagi penerima di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Kenapa ada (unsur militer)? Nanti, ada kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial," kata Naniek di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juni 2026.
