Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TNI Siapkan 2.000 Titik SPPG, Distribusi MBG Difokuskan ke Wilayah 3T
Ilustrasi - Prajurit TNI AD berjalan kaki menyalurkan bantuan ke masyarakat di Dusun I Desa Simaningir, Tapanuli Tengah (Dok. Dispenad)
  • TNI menargetkan pembangunan 2.000 titik SPPG untuk mendukung distribusi Makan Bergizi Gratis, dengan fokus utama pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar di seluruh Indonesia.
  • Mayjen TNI Trenggono resmi menjabat Wakil Kepala BGN setelah mengajukan pengunduran diri dari dinas militer, dan perannya tidak terbatas hanya pada pengawasan dapur SPPG milik TNI.
  • Kejaksaan Agung menahan tiga mantan pimpinan BGN terkait dugaan korupsi program MBG, sementara ICW mendesak penyelidikan menyeluruh serta transparansi dokumen proyek kepada publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
TNI bikin banyak tempat dapur sehat buat kasih makan bergizi ke orang di daerah jauh. Sekarang sudah ada ratusan dapur dan mau dibuat sampai dua ribu. Ada Bu Naniek jadi bos baru di Badan Gizi dan Pak Trenggono bantu juga, tapi dia sudah mau pensiun dari TNI. Polisi juga punya banyak dapur sehat. Tapi ada pejabat lama yang ditangkap karena diduga korupsi, dan orang-orang minta semua diselidiki supaya program makan bergizi tetap jalan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Peran TNI kini hampir dilibatkan ke semua lini, tak terkecuali mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka akan diminta membantu distribusi MBG ke berbagai wilayah Tanah Air.

Mengutip dari keterangan Mabes TNI pada September 2025, sudah ada 452 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola TNI. Mereka menargetkan membangun 2.000 SPPG di seluruh wilayah Indonesia.

"Saat ini, TNI sudah mengoperasionalkan 113 MBG, ditambah yang diluncurkan pada hari ini sebanyak 339 SPPG, maka total ada 452 SPPG yang dikelola oleh TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara," ujar Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto ketika meluncurkan SPPG yang dipusatkan di Lanud Adi Soemarmo pada September 2025.

"Kami alokasi 2.000 dan bertahap nanti yang kami (bangun) dan bisa lebih," imbuhnya.

Sementara, Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini memiliki pucuk pemimpin baru yakni Nanik S. Deyang, kemarinn, Kamis, 4 Juni 2026, memperkenalkan jajaran pimpinan tinggi di lembaganya, usai terjadi perombakan pimpinan BGN. Salah satu pimpinan baru adalah Mayjen TNI Trenggono yang menjabat Wakil Kepala BGN.

Nanik mengatakan alasan dilibatkan unsur militer dalam struktur pimpinan BGN, lantaran TNI dianggap bisa menyukseskan program MBG. TNI dianggap dapat memaksimalkan distribusi MBG bagi penerima di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kenapa ada (unsur militer)? Nanti, ada kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial," kata Naniek di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juni 2026.

1. Trenggono tak hanya awasi SPPG yang dikelola TNI

Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Trenggono (Instagram/Kodim 0802 Ponorogo)

Apakah tugas Trenggono hanya untuk mengawasi SPPG yang dikelola TNI? Nanik menepisnya. Dia menyebut tidak ada pembagian tanggung jawab khusus terkait kepemilikan dapur.

"Tidak ada pembagian (pengawasan dapur) secara khusus. Dulu ketika ada Pak Pusung (purnawirawan TNI) kan tugasnya tidak juga menjaga dapur TNI," kata Naniek, kepada IDN Times, melalui pesan pendek, Jumat (5/6/2026).

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pernah mengungkap institusi yang ia pimpin memiliki 1.376 SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air. Dari 1.376 titik SPPG itu, kata dia, sebanyak 736 SPPG sudah beroperasi dan 172 dalam tahap persiapan operasional. Sementara, kata Sigit, 468 SPPG masih dalam tahap pembangunan.

"(SPPG yang dimiliki oleh kepolisian) terdiri dari 736 SPPG telah beroperasi, 172 SPPG persiapan operasional, dan 468 SPPG dalam tahap pembangunan," kata Kapolri pada Mei 2026.

2. Trenggono sudah ajukan pengunduran diri dari militer ke Panglima TNI

Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara, ketika ditanyakan mengenai status Trenggono yang masih menjabat jenderal bintang dua di TNI, Nanik mengklaim hal tersebut tak lagi berlaku. Ia memastikan Trenggono sudah mengajukan pengunduran diri dari militer sejak Rabu, 3 Juni 2026.

"Saya tanyakan, sudah diajukan proses pengunduran diri. Mungkin dalam waktu dekat Beliau sudah pensiun," kata dia.

IDN Times pun mengonfirmasi terkait pengunduran diri Trenggono kepada Mabes TNI. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan, pengajuan pengunduran diri Trenggono sudah direstui Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.

"Pengajuan pengunduran Beliau sudah disetujui oleh Panglima TNI, dan proses administrasi kepegawaian berjalan sesuai mekanisme yang berlaku," kata Nas, melalui pesan pendek hari ini.

3. Kejaksaan Agung didesak telusuri semua pihak yang diduga terlibat

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana menggunakan rompi merah muda usai diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menahan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 3 Juni 2026, terkait dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiga pimpinan BGN yang ditahan yakni Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendorong Kejaksaan Agung mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek MBG. Aparat penegak hukum, kata ICW, harus bekerja secara profesional dan independen.

"Pemeriksaan tidak boleh berhenti pada dugaan tindak pidana yang saat ini sedang diusut. Tetapi, juga harus menelusuri potensi penyimpangan lain termasuk konflik kepentingan dalam penunjukan mitra dan pengadaan barang serta jasa," kata ICW dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Selain itu, ICW juga mendesak pemerintah untuk membuka seluruh dokumen, kontrak, dan informasi terkait pelaksanaan proyek MBG kepada publik. Dokumen tersebut penting untuk dibuka, agar publik tetap bisa ikut mengawasi dan memastikan tidak ada penyimpangan lainnya.

ICW juga menilai pencopotan Dadan selaku Kepala BGN tidak menyelesaikan persoalan. Masalah MBG tidak hanya mengenai tata kelola, melainkan kebijakan yang dijadikan alat politik untuk memperkuat atau memperluas dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Mencopot kepala BGN, terlebih lagi menggantinya dengan orang yang merupakan pendukung Prabowo dalam Pilpres tidak akan menyelesaikan masalah MBG. Keputusan itu justru semakin mencerminkan langkah mengamankan kepentingan politik melalui kebijakan MBG," tutur dia.

Editorial Team

Related Article