Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tiga paslon presiden dan wakil presiden saat mengikuti debat di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Anies-Muhaimin (AMIN) Kabupaten Sukoharjo Bambang Wahyudi membeberkan beberapa bentuk potensi intimidasi kepada pemilih menjelang Pemilu 2024.

"Intimidasi itu dilakukan secara langsung maupun tidak langsung sehingga menimbulkan ketakutan di masyarakat," katanya di Sukoharjo, Jawa Tengah, dilansir ANTARA, Minggu (24/12/2023).

1. Intimidasi relatif terjadi di wilayah yang tingkat kemiskinannya cukup tinggi

Capres nomor urut satu, Anies Baswedan ketika mengenalkan konsep contract farming ke para petani di Jawa Tengah. (Dokumentasi media AMIN)

Bambang menjelaskan dugaan intimidasi yang terlihat nyata dialami keluarga pendukung dan simpatisan pasangan calon nomor urut satu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Intimidasi itu relatif terjadi di wilayah yang tingkat kemiskinannya cukup tinggi.

"Ada ancaman untuk bantuan mereka dicabut dan dibekukan, seperti bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Indonesia Sehat (KIS)," ungkapnya.

2. Dugaan intimidasi sering disampaikan aparat desa

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, bersama pengasuh Ponpes Lirboyo KH Zamzami Mahrus (pojok kiri) dan KH Kafabihi Mahrus (pojok kanan). (IDN Times/Amir Faisol)

Bambang mengungkapkan intimidasi dan ancaman tersebut sering digaungkan para pamong atau aparat yang ada di desa.

Bahkan, kata dia, beberapa keluarga pendukung AMIN yang tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN), mendapatkan tekanan. Mereka merasa ketakutan dipindahtugaskan ke daerah-daerah yang jauh dan terpencil dari tempat tinggalnya.

"Ada beberapa tempat yang didatangi aparat keamanan negara, walaupun hanya sekadar bertanya. Tapi, namanya orang kampung, kalau didatangi saja, sudah merasa ketakutan," jelas Bambang.

3. Pasangan AMIN diharapkan peroleh 36 sampai 39 persen suara

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres perdana pada Jumat (22/12/2023). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Bambang menyatakan mereka telah menargetkan pasangan AMIN memperoleh 36 sampai 39 persen suara. Target itu disesuaikan dengan perolehan suara dari Sudirman Said sebesar 38 persen saat maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada 2018.

"Saat ini Pak Sudirman menjadi co-captain dari Tim Nasional AMIN," ujarnya.

Untuk mewujudkan target itu, mereka telah membentuk rumah pemenangan dan posko Tempat Pemungutan Suara (TPS) Gerakan Rakyat, hampir di setiap desa dan kecamatan untuk Kabupaten Sukoharjo.

 

Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article