Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
UPDATE: Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Tembus 100 Jiwa
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto ketika menyampaikan keterangan pers dari NTT. (Tangkapan layar YouTube BNPB)
  • BNPB mencatat hingga 24 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, gempa Magnitudo 7,7 di NTT menyebabkan 100 orang meninggal, 1.603 luka-luka, dan 180.327 warga mengungsi.
  • Korban meninggal bertambah 52 orang dalam sembilan hari sejak 15 Agustus 2026; mereka sebelumnya mengalami luka berat dan sempat menjalani perawatan.
  • Sebanyak 73.818 rumah serta 1.915 fasilitas umum rusak. Dampak gempa dirasakan di tujuh kabupaten, dengan Manggarai dan Manggarai Timur paling terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar di NTT membuat 100 orang meninggal. Ada 1.603 orang luka dan 180.327 orang harus pergi ke tempat aman. BNPB bilang banyak rumah rusak, juga sekolah, tempat ibadah, dan kantor. Gempa terasa di tujuh kabupaten. Manggarai dan Manggarai Timur paling terkena.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah korban akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin (24/8/2026) pukul 05.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia sudah menembus angka 100 jiwa. Sedangkan korban luka mencapai 1.603 jiwa. Di sisi lain, jumlah warga yang mengungsi 180.327 jiwa.

"Per hari ini yang meninggal dunia ada 100 (jiwa), kemudian korban yang mengalami luka ada 1.603 jiwa dan warga yang mengungsi ada 180.327 jiwa," ungkap Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto, ketika memberikan keterangan pers secara virtual pada Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, korban meninggal merupakan mereka yang semula korban luka berat dan sempat dirawat namun tidak berhasil diselamatkan. Artinya, dalam sembilan hari sudah ada penambahan 52 warga yang meninggal terhitung sejak 15 Agustus 2026.

Adapun jumlah sementara rumah yang rusak mencapai 73.818 unit. Kerusakan rumah itu terbagi menjadi rumah yang rusak berat mencapai 23.276 unit, rumah rusak sedang 17.563 unit, dan rumah yang rusak ringan mencapai 32.979 unit.

"Data sementara untuk fasilitas umum yang mengalami kerusakan adalah sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur lainnya total ada 1.915 unit," tutur dia.

Ia menambahkan, data tersebut diperoleh personel BNPB secara berjenjang dimulai dari rukun tetangga, kampung, desa, camat, bupati dan dihimpun di tingkat nasional. Jenderal bintang tiga itu juga menyebut dampak gempa turut dirasakan di tujuh kabupaten.

"Yang paling merasakan dampaknya adalah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article