Jakarta, IDN Times — Jumlah korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (22/8/2026), sebanyak 87 orang meninggal dunia dan 1.298 orang mengalami luka-luka.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, jumlah korban meninggal tersebut merupakan data kumulatif terbaru dari sejumlah wilayah terdampak.
“Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa,” ujar Berton dalam jumpa pers virtual, Sabtu.
Sementara itu, jumlah korban luka mencapai 1.298 orang. Sebanyak 336 orang di antaranya mengalami luka berat. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan korban luka terbanyak, yakni mencapai 643 orang. Disusul Kabupaten Manggarai dengan 285 orang luka.
Jumlah warga yang mengungsi juga terus bertambah seiring masih terjadinya gempa susulan. BNPB mencatat, total pengungsi kini mencapai 150.576 jiwa.
“Pengungsi juga bertambah dari angka yang kemarin 130-an ribu sekarang sudah mencapai 150.576 jiwa,” kata Berton.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar, yakni 41.427 jiwa. Berikutnya Nagekeo 34.256 jiwa dan Manggarai Timur 31.372 jiwa.
BNPB juga mencatat gempa susulan masih terjadi dengan intensitas tinggi. Hingga Sabtu, tercatat sebanyak 5.012 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari jumlah tersebut, 124 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Di tengah bertambahnya korban dan pengungsi, pemerintah terus menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Hingga hari ini pukul 13.00 WIB, BNPB telah mendistribusikan 147 ton bantuan melalui 10 sorti penerbangan. Sebanyak 70 ton dikirim menuju Labuan Bajo dalam lima sorti, sedangkan 77 ton lainnya menuju Maumere melalui lima sorti.
Secara kumulatif, sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, bantuan logistik yang telah disalurkan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan.
Sebanyak 651 ton bantuan dikirim melalui Bandara Labuan Bajo dengan 45 sorti, sedangkan 303 ton lainnya menuju Bandara Maumere melalui 23 sorti.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, sebanyak 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, serta 903 relawan dari 104 lembaga telah dikerahkan. Kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah juga terus terlibat dalam penanganan warga terdampak.
