Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat beraudiensi dengan 1000 pelaku UMKM di Kudus, Jawa Tengah. (IDN Times/Amir Faisol)

Kudus, IDN Times - Cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar, langsung melakukan safari politik ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah menghadapi debat perdananya semalam.

Mengawali safari politiknya di Jawa Tengah, Cak Imin menghadiri acara AMIN Preneur bersama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kudus.

Dalam acara itu, Cak Imin mendengar berbagai masalah yang sedang dihadapi para pelaku UMKM, mulai dari pengemasan produk, pemasaran hingga akses terhadap permodalan.

Mendengar keluhan tersebut, Cak Imin kemudian menjanjikan program kredit usaha rakyat (KUR) yang lebih fleksibel bagi para pelaku UMKM. 

Selain itu, Cak Imin juga mengatakan, ke depan pemerintah harus mau menjemput bola untuk memberikan perizinan terhadap pelaku UMKM. 

Produk UMKM Indonesia, kata dia, sangat mampu untuk memenuhi pasar nasional dan pasar internasional bila dikemas dan dikelola dengan benar.

"Terlalu lama UMKM kita tidak naik kelas. Makanya pemerintah harus serius," ujar Cak Imin di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (23/12/2023).

1. Belanja barang dan jasa pemerintah harus 75 persen dari UMKM

Lebih lanjut, ketika nanti terpilih, Cak Imin juga akan mewajibkan belanja barang dan jasa pemerintah minimal 75 persen harus berasal dari UMKM. Hal itu bisa menjadi salah satu solusi yang paling cepat untuk membuka pasar bagi para pelaku UMKM.

"Belanja pemerintah miniminal 75 persen harus belanja ke UMKM. Ini untuk membuka pasar yang paling cepat," kata dia.

2. Cak Imin kritik pemerintah belum ada gerakan untuk naikkan kelas produk dalam negeri

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menginstruksikan ke Fraksi PKB untuk menolak rencana Gubernur Jakarta ditunjuk presiden. (IDN Times/Amir Faisol)

Sebelumnya, pada debat putaran kedua semalam, Cak Imin juga mengkritik upaya pemerintah karena belum ada gerakan signifikan yang dilakukan untuk meningkatkan produk dalam negeri berstandar internasional. 

Menurut dia, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UMKM belum pernah melakukan gebrakan tersebut.

Cak Imin berpendapat, supaya produk dalam negeri bisa bersaing dalam perdagangan internasional, maka harus punya standar yang baik.

"Semuanya, kayak tumbuh sendiri-sendiri tidak ada gerakan yang lebih terstruktur dari Kemendag, Kemenkop UMKM, dalam satu gerakan untuk meningkatkan kualitas untuk meningkatkan (produk dalam negeri) standar internasional," kata Cak Imin. 

3. Investasi harus masuk ke sektor UMKM

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar memenuhi panggilan KPK pada Kamis (7/9/2023). (IDN Times/Aryodamar)

Pada debat semalam, Cak Imin juga menyoroti masuknya investasi yang hanya difokuskan kepada sektor padat modal. Menurut dia, ke depan investasi harus digeser ke sektor padat karya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi anak muda.

Di sisi lain, kata dia, agar investasi bisa masuk ke kalangan UMKM dan pelaku usaha kecil maka kapasitas produksi UMKM harus diperkuat.

"Kita harus membawa investasi ke sektor padat karya. Agar anak muda mendapatkan pekerjaan, di sisi lain investasi yang transparansi bisa memberikan akses bagi UMKM," tutur dia.

"Kedua, agar investasi bisa masuk ke kalangan UMKM dan pelaku usaha kecil maka kita harus kuatkan kapasitas produksi dari UMKM kita sekaligus itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan kemampuan pemasaran," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article