Jakarta, IDN Times - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggelar rapat koordinasi untuk membahas perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua pada Selasa, 7 Juli 2026. Rapat koordinasi itu digelar usai pilot pesawat perintis AMA Air, Nicholas F. Gosselin tewas ditembak oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Kamis, 2 Juli 2026.
Dikutip dari keterangan resmi Kemenko Polkam, rapat dipimpin oleh Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan Masyarakat, dan Obyek Vital Nasional, Brigjen TNI M. Sujono yang dihadiri oleh unsur TNI, kepolisian, kementerian, lembaga dan pemangku kepentingan.
Sujono menegaskan penyelenggaran penerbangan perintis memiliki arti strategis bagi kehidupan masyarakat Papua. Sehingga, keberlangsungannya harus menjadi perhatian bersama.
"Penerbangan perintis merupakan pelayanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah sekaligus urat nadi kehidupan masyarakat di Papua. Karena itu, pengamanan terhadap aktivitas dan fasilitas penerbangan harus terus diperkuat melalui sinergi seluruh kementerian, lembaga, aparat keamanan, pemerintah daerah dan operator penerbangan," ungkap Sujono pada Rabu (8/7/2026).
Ia menambahkan di dalam rapat itu, kata Sujono, juga disimpulkan perlunya penguatan koordinasi dalam pengamanan obyek vital sektor transportasi, peningkatan pemetaan kerawanan dan penyempurnaan mekanisme pengamanan secara terpadu.
