WNI Bidik Skilled Resident Visa Lewat Studi di Selandia Baru

- Semakin banyak WNI menjadikan studi di Selandia Baru sebagai langkah awal membangun karier dan membuka peluang memperoleh Skilled Resident Visa melalui jalur residence berbasis keterampilan.
- Pemerintah Selandia Baru memperbarui kebijakan Skilled Residence Pathways yang berlaku mulai 2026 untuk menarik tenaga kerja terampil, sementara mahasiswa internasional dapat bekerja hingga 20 jam per minggu.
- Perubahan kebijakan visa mendorong calon mahasiswa Indonesia menyesuaikan rencana studi dengan prospek kerja dan peluang residence, sehingga informasi pendidikan dan dunia kerja makin diminati.
Jakarta, IDN Times ā Studi di Selandia Baru kini tidak lagi dipandang sebagai kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri semata. Semakin banyak warga negara Indonesia (WNI) yang mulai menjadikan pendidikan sebagai langkah awal untuk membangun karier sekaligus membuka peluang memperoleh Skilled Resident Visa.
Tren tersebut sejalan dengan pengembangan jalur residence berbasis keterampilan yang dilakukan Pemerintah Selandia Baru melalui Skilled Residence Pathways, termasuk Skilled Migrant Category. Skema tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor sekaligus menarik pekerja terampil dari berbagai negara.
Pemerintah Selandia Baru juga melakukan sejumlah penyempurnaan kebijakan yang mulai berlaku pada 2026 guna meningkatkan daya saing negara tersebut dalam menarik dan mempertahankan tenaga kerja terampil. Informasi mengenai jalur tersebut dipublikasikan secara terbuka oleh Immigration New Zealand.
Dengan adanya peluang tersebut, pertimbangan calon mahasiswa Indonesia pun mulai bergeser. Selain kualitas pendidikan, prospek karier setelah lulus dan peluang memperoleh residence kini menjadi faktor yang semakin diperhatikan.
1. Prospek kerja menjadi pertimbangan utama

Berkembangnya jalur Skilled Resident Visa, calon mahasiswa kini semakin memperhatikan keterkaitan antara program studi yang dipilih dengan kebutuhan tenaga kerja di Negeri Kiwi.
Pemilihan jurusan tidak lagi hanya didasarkan pada minat atau reputasi kampus, tetapi juga mempertimbangkan peluang memasuki pasar kerja setelah lulus. Praktisi teknologi informasi Andy Saputra yang menetap di Selandia Baru mengatakan, studi dipandang sebagai bagian dari perencanaan karier jangka panjang.
Kondisi tersebut menunjukkan perubahan cara masyarakat dalam mempersiapkan pendidikan di luar negeri. Informasi mengenai sektor yang membutuhkan tenaga kerja hingga persyaratan residence kini menjadi salah satu hal yang banyak dicari sebelum mengambil keputusan untuk kuliah.
Perkembangan ini juga mencerminkan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap peluang tinggal dan bekerja di Selandia Baru melalui jalur yang tersedia sesuai ketentuan pemerintah setempat.
2. Kebijakan visa memberi kesempatan bekerja sambil kuliah

Selain menawarkan kualitas pendidikan yang baik, Selandia Baru juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk bekerja selama menjalani studi sesuai ketentuan visa yang berlaku.
Mahasiswa internasional umumnya diperbolehkan bekerja hingga 20 jam per minggu selama masa perkuliahan. Kesempatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus membantu memenuhi kebutuhan selama menempuh pendidikan.
Peluang kerja paruh waktu tersedia di berbagai sektor, seperti retail, supermarket, restoran, pusat layanan pelanggan (call center), hingga pekerja musiman. Di luar itu, sektor pertanian dan peternakan juga menjadi salah satu pilihan karena merupakan industri yang berkembang di Selandia Baru.
Informasi lowongan pekerjaan dapat diakses melalui layanan karier kampus, papan pengumuman universitas, platform pencarian kerja daring, maupun Student Job Search. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, upah minimum di Selandia Baru mencapai 18,90 dolar Selandia Baru per jam atau sekitar Rp194.500 per jam.
3. Jalur residence mendorong perubahan pola perencanaan studi

Perubahan kebijakan residence berbasis keterampilan turut memengaruhi cara calon mahasiswa Indonesia menyusun rencana pendidikan.
Jika sebelumnya fokus utama adalah menyelesaikan studi, kini semakin banyak yang juga mempertimbangkan peluang membangun karier setelah lulus. Hal tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan akan informasi mengenai pendidikan, dunia kerja, serta jalur residence di Selandia Baru.
Karena itu, berbagai sumber informasi mengenai studi dan kehidupan di Selandia Baru mulai banyak diakses oleh calon mahasiswa Indonesia sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan melanjutkan pendidikan di negara tersebut.




















