Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Pesta Narkoba di Rutan Depok, Diduga Dibawa dari Luar
Ilustrasi narkoba (IDN Times/Sukma Sakti)
  • Rutan Kelas I Depok menyelidiki video sejumlah pria berjoget dan diduga mengonsumsi narkoba.

  • Hasil investigasi awal menyebut narkoba diduga dibawa dari luar rutan.

  • Pengawasan menghadapi keterbatasan SDM, sementara video masih ditelusuri secara internal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (5/10/2026)

Ario Galih Maduseno menyampaikan bahwa hasil investigasi awal menunjukkan narkoba tersebut diduga dibawa dari luar rutan.

saat ini

Rutan Depok melakukan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran internal terhadap video yang beredar.

per hari ini

Rutan Depok memiliki 1.279 penghuni, sedangkan petugas yang berjaga dalam satu shift berjumlah 10 orang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rutan Kelas I Depok menyelidiki dugaan pesta narkoba setelah video sejumlah pria berjoget dan diduga mengonsumsi narkoba beredar.
  • Who?
    Kepala Rutan Depok Ario Galih Maduseno dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Depok Bogi Nurseto memberikan keterangan.
  • Where?
    Peristiwa yang diselidiki berkaitan dengan Rutan Kelas I Depok.
  • When?
    Keterangan Ario dikutip Senin (5/10/2026), sementara pendalaman video dilakukan saat ini.
  • Why?
    Investigasi dilakukan untuk memastikan fakta di lapangan setelah video beredar dan aduan masyarakat diterima.
  • How?
    Rutan melakukan pendalaman internal, pengecekan, penelusuran video, serta razia rutin dan insidental.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rutan Depok sedang mencari tahu soal video beberapa pria berjoget dan diduga memakai narkoba. Ario Galih Maduseno bilang narkoba itu diduga dibawa dari luar. Petugas juga memeriksa video tersebut. Ada 1.279 penghuni, tetapi hanya 10 petugas berjaga dalam satu shift. Pemeriksaan masih dilakukan sekarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rutan Depok menyatakan komitmen menjaga keamanan melalui razia rutin dan insidental serta pendekatan persuasif. Pihak rutan juga menggandeng pihak eksternal dalam upaya antinarkoba. Selain itu, penelusuran internal terhadap video dan evaluasi pengamanan sedang dilakukan untuk memastikan fakta di lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rutan Kelas I Depok tengah menyelidiki dugaan pesta narkoba setelah video sejumlah pria berjoged dan diduga mengonsumsi narkoba beredar. Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, mengatakan, hasil investigasi awal menunjukkan narkoba tersebut dibawa dari luar rutan.

"Kalau investigasi (narkoba) melalui dibawa," kata Ario, dikutip Senin (5/10/2026).

1. Narkoba diduga dibawa dari luar

Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Sukma Shakti)

Ario mengatakan, masuknya narkoba masih menjadi bagian dari investigasi. Rutan Depok juga melakukan razia rutin dan insidental untuk memperketat pengawasan. Pihak rutan turut menggandeng pihak eksternal dalam upaya antinarkoba.

"Tentunya kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan razia akan terus-menerus, tentunya dengan pendekatan persuasif," ujar Ario.

2. Pengawasan terkendala jumlah petugas

Pemindahan 9 napi asal Lampung ke Lapas Nusakambangan. (Dok. Lapas Narkoba Way Hui).

Ario mengakui keterbatasan SDM menjadi salah satu kendala pengawasan. Saat ini terdapat 1.279 penghuni rutan, sedangkan jumlah petugas yang berjaga dalam satu shift hanya 10 orang. Penguatan terhadap personel tetap dilakukan selama dia menjabat.

"Juga karena keterbatasan SDM, jumlah (penghuni) per hari ini 1.279, sedangkan yang shift berjaga itu 10 orang," kata dia.

3. Video masih didalami internal

Ilustrasi viral. (IDN Times/ Agung Sedana)

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Depok, Bogi Nurseto, mengatakan, pihaknya masih menelusuri video yang beredar untuk memastikan fakta di lapangan. Aduan masyarakat disebut menjadi dasar pemeriksaan dan evaluasi pengamanan.

"Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan yang sebenarnya," ujar Bogi.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article