Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Suara Dentuman Berasal dari Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu dini hari (5/9/2026). (Dok. Badan Geologi)
  • Suara dentuman yang viral di beberapa kota pada Sabtu dini hari, 5 September 2026, diduga warganet berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
  • Badan Geologi mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pukul 00.01 WIB, terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 0 detik.
  • Menurut laman MAGMA ESDM, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga; gunung ini berada di wilayah Lampung Selatan dan berketinggian 157 mdpl.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Anak Krakatau meletus pada Sabtu dini hari pukul 00.01. Banyak orang mendengar suara dentuman berulang dari malam sampai pagi. Ada yang bilang suara itu dari letusan gunung di Selat Sunda. Badan Geologi mencatat letusan itu. Sekarang Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga, level tiga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Viral suara dentuman yang terdengar di beberapa kota, Sabtu dini hari (5/9/2026), disebut-sebut warganet berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda. Menurut warganet suara dentuman itu terdengar berkali-kali mulai tengah malam hingga pagi hari sekitar pukul 15.30 WIB.

Mengutip informasi erupsi gunung di laman magma.vsi.esdm.go.id, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), status Gunung Anak Krakatau sekarang ini berada pada level III atau Siaga.

"Lokasi Administratif dan Geografis: Terletak di Kab\Kota Lampung Selatan, Lampung dengan posisi geografis di Latitude -6.102°LU, Longitude 105.423°BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl," tulis Kementerian ESDM.

Badan Geologi melalui akun X @badangeologi_ menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi mulai Sabtu dini hari pukul 00.01 WIB.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Sabtu, 05 September 2026, pukul 00:01 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 0 detik," tulis Badan Geologi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article