Viral Suara Dentuman di Bandung, Indramayu, hingga Jakarta

- Warganet melaporkan suara dentuman berulang sejak tengah malam di Bandung, Indramayu, Purwakarta, hingga sejumlah wilayah Jakarta Selatan, dengan sebagian warga menyebut kaca dan gorden bergetar.
- Unggahan tentang fenomena tersebut ramai di media sosial; beberapa akun mengaitkannya dengan dugaan erupsi Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi dan citra satelit.
- Laman MAGMA Kementerian ESDM tidak menampilkan informasi erupsi Gunung Anak Krakatau, meski beredar imbauan daring agar warga menjauhi pantai sekitar Selat Sunda.
Jakarta, IDN Times - Viral warganet unggah video suara dentuman di wilayah Jawa Barat, di antaranya Bandung, Indramayu, dan Purwakarta.
Menurut warga suara dentuman itu terjadi pada tengah malam, dan berkali-kali terdengar. Suara itu terdengar agar samar.
"Ya Allah Bandung Mencekam wargaa bunyi Dentuman Dari tadi jam 00.00 sampe sekarang gak berhenti2 ya allah ada apa ini stay safe wargaa...ada yang sama ngedenger suara dug dug dug dari dalem tanah kirain gempa...jadi merinding😱😱...
Wargaa jangan terlalu lelap tidurnyaa takut kenapa², kenceng banget ya allah😱. Ada yang sama ngerasin gak?" tulis pemilik akun Threads @maulana_yussuf, Sabtu dini hari (5/9/2026).
Hingga pukul 06.35 WIB, akun tersebut telah mendapat 2.700 tanda Like, lebih dari 800 komentar, 184 unggah ulang, dan 1.600 kali diteruskan.
Pemilik akun itu kembali membalas tanggapan warga, dengan menyebut suara dentuman tersebut semakin berbunyi kencang. Bahkan, suara tersebut terdengar hingga hampir waktu subuh atau sekitar pukul 03.30 WIB.
"Tuuh 03.36 kedenger kenceng lagi Allahuakbar 😭😭 warga bangun bangun jangan tidur mending shalawatan+istighfar yuu😭," ajak akun itu dengan huruf kapital.
Akun tersebut pun penasaran dengan suara dentuman itu, dan kembali mengunggah ulang aku @infogempadunia, yang menyebut Gunung Anak Krakatau disebut mengalami erupsi pada malam yang sama.
"-Himbauan-Selama erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung (Periode 4 september 2026 hingga status dinyatakan aman), masyarakat diimbau untuk tidak mendekati pantai, khususnya di sekitar kawasan Selat Sunda.
Imbauan ini menjadi semakin penting karena beberapa alat pemantauan, seperti seismograf dan CCTV, saat ini tidak dapat berfungsi. Kondisi tersebut membuat pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara langsung menjadi terbatas. Bukan berarti setiap erupsi akan memicu tsunami," unggah akun @infogempadunia.
Pemilik akun Thread @babyl0ts0 juga mengunggah hal yang serupa sekitar lima jam lalu. Dia mengabarkan di Cilandak, Jakarta Selatan terdengar suara dentuman cukup besar.
"Cilandak jaksel, barusan ada yg denger suara dentuman gede bgt gaa? Suara apa itu ya?" tulisnya.
Akun tersebut mendapat komentar dari warganet lainnya @meeroots, yang menyebut melalui citra satelit terlihat ada erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
"Kalau dilihat dari citra setelit, pukul 23:20 disekitar selat sunda ada kepulan asap membumbung, kemungkinan terjadi Erupsi pada Gunung Anak Krakatau," tulis dia.
"Kak sumpah aku kira aku doang yg denger. Di kalibata kedengeran kakkk," balas akun @priskapwp yang menyebut tinggal di Kalibata, Jakarta Selatan.
Pemilik akun X @Suikasukiii_07 juga mengunggah hal yang mirip. Dia menyebut di Bandung juga ia mendengar suara dentuman.
"Guys yg di bandung, kalian denger ada suara dentuman gaksi? Ini sampe jam 01.13 masih kedengeran jelas dan kaca sm gorden pada geter2. Geter yaa, bukan goyang2 flowy ketiup angin. Baca di threads pada denger hal yg sama, sampe Purwakarta malah. Ini suara apa yaa?🥲," tulisnya.
"Sama kakk aku dari jam 12 gabisa tidur gara2 suara itu😭 awalnya lumayan kenceng sekarang hilang timbul suara/dentuman nya😭 aku juga sama gorden pada geter2 tapi bukan karena angin, aku dari purwakarta btw," balas pemilik akun @kadiction_.
Sementara, mengutip informasi erupsi gunung di laman magma.vsi.esdm.go.id, status Gunung Anak Krakatau sekarang ini level III atau Siaga.
"Lokasi Administratif dan Geografis: Terletak di Kab\Kota Lampung Selatan, Lampung dengan posisi geografis di Latitude -6.102°LU, Longitude 105.423°BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl," tulis Kementerian ESDM.



















