Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Ucapan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo, Fahri: Instrospeksi Lah
Saiful Mujani dalam program Bedah Politik bersama Saiful Mujani episode ‘Pemilih Nasdem Dukung Anies atau Ganjar?’ pada Sabtu (18/6/2022). (YouTube/SMRC TV).
  • Pernyataan Saiful Mujani viral karena dianggap ajakan menjatuhkan Presiden Prabowo, namun SMRC menegaskan video yang beredar tidak sesuai konteks ceramah aslinya.
  • Fahri Hamzah menegaskan pentingnya menjaga demokrasi konstitusional dan melarang tindakan inkonstitusional agar tidak menimbulkan kekacauan di tengah situasi global yang sensitif.
  • Fahri mengajak semua pihak untuk introspeksi dan tetap kompak mendukung pemerintahan Prabowo demi perbaikan bersama, sembari mengingatkan perlunya efisiensi serta penghematan dalam tata kelola negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 April 2026

Peneliti senior SMRC, Saidiman Ahmad, menjelaskan konteks pernyataan Saiful Mujani yang viral. Ia menegaskan video lengkap menunjukkan kritik terhadap pemerintahan Prabowo dan ajakan konsolidasi masyarakat sipil.

kini

Fahri Hamzah menanggapi polemik tersebut dengan menyerukan agar tidak ada tindakan inkonstitusional. Ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan meminta semua pihak melakukan introspeksi terkait seruan menjatuhkan Presiden Prabowo.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pernyataan Saiful Mujani yang viral di media sosial diduga berisi ajakan menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, memicu tanggapan dari berbagai pihak termasuk Fahri Hamzah.
  • Who?
    Saiful Mujani sebagai pendiri SMRC, peneliti senior SMRC Saidiman Ahmad, serta Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah yang memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan dan tanggapan disampaikan di Jakarta, sementara video yang menjadi sorotan beredar luas melalui berbagai platform media sosial.
  • When?
    Kejadian ini mencuat pada Senin, 6 April 2026, ketika video ceramah Saiful Mujani mulai ramai dibicarakan publik dan ditanggapi oleh sejumlah tokoh nasional.
  • Why?
    Pernyataan Saiful dianggap menyinggung isu pemerintahan dan kritik terhadap sistem politik saat ini, sementara Fahri menekankan pentingnya menjaga proses konstitusional agar tidak terjadi tindakan inkonstitusional.
  • How?
    Video potongan ceramah Saiful tersebar di media sosial tanpa konteks penuh; Saidiman menjelaskan maksud sebenarnya, sedangkan Fahri menyerukan introspeksi dan dialog dalam kerangka demokrasi konstitusional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada video Pak Saiful yang ramai di internet, katanya dia mau jatuhin Pak Prabowo, tapi temannya bilang videonya dipotong dan maksudnya beda. Katanya Pak Saiful cuma lihat banyak masalah di pemerintahan. Terus Pak Fahri bilang jangan bikin hal yang melanggar aturan. Dia minta semua orang tenang dan pikir baik-baik supaya negara gak kacau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Polemik yang muncul dari pernyataan Saiful Mujani justru membuka ruang dialog yang sehat tentang pentingnya menjaga jalur konstitusional dalam kehidupan demokrasi. Penegasan Fahri Hamzah agar semua pihak berintrospeksi dan tetap bersatu menunjukkan semangat mencari keseimbangan antara kritik, tanggung jawab, dan niat baik untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan secara konstruktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Viral pernyataan Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang diduga berisi ajakan menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Peneliti senior SMRC, Saidiman Ahmad, menegaskan potongan video yang beredar di media sosial tidak sesuai konteks utuh.

"Di video full ceramahnya sebenarnya sudah terlihat konteksnya, Prof. Saiful melihat pemerintahan ini banyak masalah. Namun prosedur formal inpeachment Presiden melalui DPR tidak bisa berjalan karena semua partai menjadi partai pendukung pemerintah. Presiden juga terlihat susah menerima kritik. Karena masyarakat sipil perlu melakukan konsolidasi," ujar Saidiman kepada IDN Times, Senin (6/4/2026).

1. Fahri Hamzah sebut jangan sampai ada tindakan inkonstitusional berjalan

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Secara terpisah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, turut buka suara terakait pernyataan Saiful Mujani. Dia menyebut, jangan izinkan tindakan inkonstitusional berjalan.

"Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya," kata dia.

Menurutnya, banyak tindakan inkonstitusional. Oleh karena itu, tidak boleh tindakan inkonstitusional itu berjalan.

"Kalau semua orang boleh mengizinkan terjadinya tindakan inkonstitusional, ya negara kita lagi kayak begini, dunia lagi kacau, kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan, harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional," kata dia.

2. Jangan sampai terjadi kekacauan

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Fahri Hamzah kemudian mengingatkan jangan sampai kekacauan kembali terjadi di Indonesia. Menurutnya, pertanggungjawaban negara tidak hanya ditanggung oleh Presiden.

"Dalam sistem konstitusi kita, Presiden itu bukan satu-satunya. Ada cabang-cabang kekuasaan yang lain yang juga bisa ditagih sebagai bagian daripada tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat," ucap dia.

3. Fahri Hamzah minta instrospeksi

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Fahri Hamzah meminta introspeksi kepada semua pihak yang ingin Presiden Prabowo turun jabatan sebelum waktunya.

"Ya, tolong introspeksi jugalah ya. Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam lah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu, apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo, kan tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat. Tapi kalau beliau bilang ada penghematan dan sebagainya, ya itu kita adjust lah. Kan memang faktanya juga ada banyak kebocoran dan keborosan di mana-mana dan itu saja yang kita perlu perbaiki, kan baik semua niat itu," ujar Fahri.

Editorial Team