Masjid Istiqlal Terima Sapi Kurban Prabowo-Gibran, Berat 1 Ton Lebih

- Masjid Istiqlal menerima sapi kurban jenis limousin berbobot lebih dari 1 ton dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran untuk Idul Adha 1447 Hijriah.
- Hingga 25 Mei 2026, Istiqlal telah mengumpulkan 59 sapi dan tujuh kambing yang akan disalurkan melalui pesantren, panti asuhan, serta lembaga pendidikan mitra binaan.
- Tema Idul Adha tahun ini adalah 'Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan', dengan pengamanan ketat mencakup 260 CCTV, pemindai wajah, serta tujuh kantong parkir bagi jemaah.
Jakarta, IDN Times - Masjid Istiqlal Jakarta menerima sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Ketua Panitia Kurban Masjid Istiqlal, Mas'ud Halimin mengatakan, sapi kurban Prabowo-Gibran berjenis limousin dan memiliki berat lebih dari 1 ton.
“Ya, sampai saat ini kami belum terima sebenarnya sapinya, tapi sudah terkonfirmasi akan masuk. Mungkin besok baru akan diantarkan. Tapi informasi yang kami terima itu di atas 1 ton. Jadi memang sapi besar ya, sapi Limosin, baik dia yang dari presiden atau pun yang dari wakil presiden,” ujar Mas'ud dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (25/5/2026).
1. Sudah ada 59 sapi yang diterima Masjid Istiqlal

Per (25/5/2026), sudah ada 59 ekor sapi dan tujuh kambing kurban yang diterima Masjid Istiqlal. Diperkirakan, jumlah tersebut akan terus bertambah hingga Hari Raya Idul Adha pada Rabu (27/5).
“Kemudian, jumlah hewan kurban yang terkumpul per hari ini dan mungkin kemungkinan masih 2 hari bisa kita menerima, bahkan hari Lebaran pun juga kita masih terbuka kemungkinan menerimanya karena penyembelihan itu sampai hari tasyrik, hari ini kita sudah terkumpul 59 ekor sapi, sapinya kelas berat semua,” ucap Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.
Dalam proses distribusi, daging kurban di Masjid Istiqlal tidak dibagikan langsung kepada individu. Penyaluran dilakukan melalui pondok pesantren, panti asuhan, serta lembaga pendidikan yang telah terdata sebagai mitra binaan Istiqlal.
“Tapi sekali lagi, kita tidak membagi orang perorangan di Istiqlal,” ujar Nasaruddin Umar.
Pengelola memilih sistem distribusi tersebut demi menghindari penumpukan massa dan risiko desak-desakan seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
2. Tema perayaan Idul Adha 1447 di Masjid Istiqlal

Pada Idul Adha tahun ini, Masjid Istiqlal mengangkat tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”. Tema tersebut akan menjadi pokok utama dalam khutbah Idul Adha yang disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis.
“Tema Idul Adha kita tahun ini, terutama dalam khotbahnya nanti ialah ‘Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan’,” kata Nasaruddin Umar.
Panitia juga mengimbau jemaah datang lebih awal karena rangkaian pelaksanaan salat Id akan dimulai sejak pukul 06.45 WIB. Masjid Istiqlal bahkan sudah dibuka sejak pukul 04.00 WIB agar masyarakat dapat melaksanakan salat subuh di lokasi.
3. Ada 7 kantong parkir di sekitar Masjid Istiqlal

Untuk mendukung kenyamanan jemaah, pengelola telah menyiapkan tujuh kantong parkir dan area basement dua lantai yang mampu menampung sekitar seribu kendaraan. Kerja sama penggunaan lahan parkir juga dilakukan dengan sejumlah area di sekitar Istiqlal, termasuk Gereja Katedral dan kompleks Kementerian Agama.
Masjid Istiqlal turut memperketat sistem keamanan selama pelaksanaan Idul Adha. Sedikitnya 260 kamera CCTV disiagakan di berbagai titik, lengkap dengan teknologi biometrik dan pemindai wajah.
“Dan jangan coba-coba untuk melakukan sesuatu yang pencurian, pencopetan di Istiqlal, alamatnya, address-nya itu bisa ketahuan karena kita punya alat yang canggih,” kata Nasaruddin Umar.
Seluruh akses masuk jemaah juga akan melewati pemeriksaan X-ray untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang masuk ke area masjid. Pengelola menegaskan sterilisasi kawasan dilakukan sejak tengah malam demi mendukung pengamanan tamu VVIP.















