Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wamenhaj Buka Peluang Nonmuslim Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj: Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Manado (30/10/2026). (dok. Kemenhaj)
  • Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong masyarakat lintas agama, termasuk Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu, terlibat dalam tugas pelayanan serta dukungan operasional jemaah haji Indonesia.

  • Gagasan ini disampaikan di Manado pada 30 Oktober 2026, dengan Sulawesi Utara dinilai sebagai contoh kerja sama lintas agama dalam pelayanan haji.

  • Dahnil menekankan pelibatan lintas agama bertujuan memperkuat toleransi, persaudaraan, rasa memiliki terhadap pelayanan publik, serta gotong royong tanpa mengubah haji sebagai ibadah umat Islam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (30/10/2026)

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak di Manado mendorong pelibatan masyarakat lintas agama sebagai petugas dan pendukung operasional pelayanan jemaah haji Indonesia. Ia menyebut langkah ini sebagai simbol toleransi dan gotong royong.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wakil Menteri Haji dan Umrah membuka peluang pelibatan masyarakat nonmuslim sebagai petugas pelayanan dan pendukung operasional jemaah haji Indonesia.
  • Who?
    Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong keterlibatan warga Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan kelompok agama lainnya dalam pelayanan haji.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Manado, Sulawesi Utara, dengan gagasan penerapan pelibatan lintas agama ditujukan bagi penyelenggaraan haji di seluruh Indonesia.
  • When?
    Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan gagasan tersebut pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Why?
    Pelibatan lintas agama didorong untuk menghadirkan toleransi, persaudaraan, kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong dalam pelayanan jemaah haji.
  • How?
    Dahnil meminta jajaran terkait mendorong kelompok agama lain berkontribusi melalui tugas pelayanan serta dukungan operasional bagi penyelenggaraan ibadah haji.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak ingin orang Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan agama lain bisa membantu jadi petugas haji. Mereka membantu melayani jemaah haji Indonesia. Ia bilang Sulawesi Utara bisa jadi contoh. Sekarang ia meminta orang-orang terkait mengajak banyak agama bekerja bersama dengan rukun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelibatan masyarakat lintas agama dalam pelayanan haji membuka ruang nyata bagi toleransi untuk hadir melalui kerja bersama, bukan sekadar penghormatan simbolis. Dengan dukungan operasional dari beragam kelompok, penyelenggaraan haji dapat mencerminkan semangat persaudaraan, rasa memiliki terhadap pelayanan publik, serta gotong royong di tengah keberagaman Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mendorong pelibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia. Gagasan ini menjadi upaya pemerintah untuk menghadirkan nilai toleransi dan gotong royong dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut Dahnil, pelayanan kepada jemaah haji tidak harus hanya melibatkan umat Islam. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama juga berpeluang memberikan kontribusi melalui tugas pelayanan dan dukungan operasional.

Hal tersebut disampaikan Dahnil saat berada di Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (30/10/2026).

1. Menjadi ruang memperlihatkan semangat persaudaraan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jauhar Mustofa menerima kunjungan silaturahmi para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi asal DIY di Kantor Wilayah Kemenhaj DIY, Jumat (13/2/2026). (IDN Times/Yogie Fadila)

Dahnil mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji dapat menjadi ruang untuk memperlihatkan semangat persaudaraan dan kemanusiaan di tengah keberagaman masyarakat.

Dia menyebut sejumlah kelompok agama yang berpeluang terlibat, mulai dari Kristen, Katolik, Buddha, hingga Hindu.

"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Dahnil.

2. Sulawesi Utara menjadi contoh penerapan toleransi lintas agama

Gladi posko petugas haji PPIH 2023 di Asrama Haji Pondok Gede (IDN Times/Sunariyah)

Dahnil mencontohkan Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki kehidupan masyarakat dengan keberagaman agama yang kuat. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi contoh penerapan kerja sama lintas agama dalam penyelenggaraan pelayanan haji.

Dia juga mengaku telah meminta jajaran terkait untuk mendorong keterlibatan kelompok agama lain, dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di wilayah tersebut.

"Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia," kata dia.

Langkah tersebut memperlihatkan praktik toleransi yang tidak hanya diwujudkan melalui sikap saling menghormati, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial.

3. Pelayanan haji diharapkan menjadi ruang memperkuat gotong royong

Wamenhaj: Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Manado (30/10/2026). (dok. Kemenhaj)

Dahnil menegaskan, meskipun ibadah haji merupakan kewajiban umat Islam, dukungan terhadap pelayanan jemaah dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Pelibatan masyarakat lintas agama diharapkan dapat memperkuat hubungan antarkelompok masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap penyelenggaraan pelayanan publik,” kata dia.

Dia berharap hal tersebut dapat menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk bekerja sama dan memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa.

Dengan demikian, penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada kualitas pelayanan ibadah, tetapi juga dapat mencerminkan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong.

Curated For You

Editorial Team

Related Article