Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyebut algoritma media sosial dapat membentuk cara berpikir dan persepsi publik secara perlahan.
Nezar mengatakan masyarakat saat ini hidup di ruang digital yang dimediasi platform digital dan algoritma media sosial.
Ia menilai kondisi tersebut membuat pengguna cenderung terus menerima informasi yang sesuai dengan preferensi pribadi.
“Hari ini hidup kita dimediasi platform digital. Bahkan isi kepala kita perlahan dibentuk algoritma. Apa yang kita suka terus diperhatikan, sementara pandangan lain disingkirkan. Kita hidup dalam filter bubble dan echo chamber,” ujar Nezar dikutip dari ANTARA, Minggu (24/5/2026).
