Jakarta, IDN Times - Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memasuki dua tahun tepat pada 20 Oktober 2026. Sejak dilantik, dua tahun lalu, Prabowo-Gibran membawa visi-misi pembangunan yang dituangkan dalam delapan astacita.
Di era pemerintahan Prabowo, Indonesia resmi memiliki Kementerian Haji dan Umrah, menyusul adanya pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019, tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah menjadi undang-undang.
Pengesahan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 26 Agustus 2025. Selanjutnya, semua penyelenggaran haji dikendalikan Kementerian Haji dan Umrah.
Selain itu, pelaksanaan haji 2026 merupakan garapan haji perdana yang diselenggarakan pemerintahan Prabowo-Gibran, menyusul terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Abdul Wachid, mengatakan pelaksanaan haji 2026 terselenggara dengan relatif lancar di tengah tekanan ekonomi, menyusul adanya perang Iran dan Amerika Serikat. Ia mengatakan, haji 2026 merupakan pekerjaan pertama yang dilaksanakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Jadi selama pemerintahan Pak Prabowo, haji yang pertama kali dilaksanakan oleh pemerintah belau itu pada 2026," kata Abdul Wachid kepada IDN Times, Senin (19/10/2026).
IDN Times melakukan wawancara khusus bersama salah satu kader Partai Gerindra yang juga bertugas sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI. Berikut hasil wawancaranya!
