Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)
  • BNPB mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi basah saat awal musim hujan, termasuk hujan deras dan angin kencang yang dapat terjadi kapan saja.

  • Untuk menghadapi banjir, warga diminta membersihkan saluran air, mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga tiga hari, serta memeriksa bendungan.

  • Menghadapi angin kencang dan longsor, warga perlu memperkuat atap, memangkas ranting, menghindari objek berbahaya, mengenali retakan tanah, dan segera evakuasi saat hujan lebat berkepanjangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
awal November

Sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim hujan, dengan potensi bahaya hidrometeorologi basah.

2 November 2026

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan deras, angin kencang, banjir, puting beliung, dan tanah longsor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BNPB mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, meliputi banjir, angin kencang atau puting beliung, dan tanah longsor.
  • Who?
    BNPB melalui Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Berton SP Panjaitan, menyampaikan imbauan kepada masyarakat Indonesia.
  • Where?
    Imbauan berlaku bagi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan dan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
  • When?
    Imbauan disampaikan pada Senin, 2 November 2026, saat awal November sejumlah wilayah Indonesia mulai mengalami musim hujan.
  • Why?
    Masa peralihan musim berpotensi memicu hujan deras dan angin kencang kapan pun, yang dapat menimbulkan banjir, puting beliung, serta tanah longsor.
  • How?
    Masyarakat diminta membersihkan saluran air, menyiapkan jalur dan tas evakuasi, memperkuat atap, memangkas ranting, menghindari objek berbahaya, mengenali retakan tanah, serta memantau cuaca dan lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BNPB bilang musim hujan mulai datang di beberapa tempat di Indonesia. Hujan deras dan angin kencang bisa terjadi kapan saja. Orang-orang diminta membersihkan saluran air, menyiapkan tas darurat, dan tahu jalan aman. Atap rumah harus kuat. Kalau hujan lama dan tanah retak, orang harus segera pergi ke tempat aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Imbauan BNPB memberi ruang bagi masyarakat untuk menghadapi awal musim hujan dengan kesiapsiagaan yang lebih terarah. Langkah-langkah seperti gotong royong membersihkan saluran air, mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga, dan memantau cuaca memperlihatkan bahwa perlindungan dapat dibangun melalui perhatian pada lingkungan serta tindakan sederhana di rumah dan ruang publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Memasuki awal November, sejumlah wilayah di Indonesia mulai mengalami musim hujan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan imbauan kepada masyarakat dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi basah agar dapat melakukan kesiapsiagaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan masa peralihan musim ini perlu menjadi perhatian, dikarenakan fenomena cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas deras dan angin kencang dapat terjadi kapan pun.

“Kami perlu mengimbau kembali kepada masyarakat atas potensi bahaya hidrometeorologi basah untuk tetap melakukan kesiapsiagaan,” kata Berton, dalam siaran langsung terkait Update Penanganan Karhutla dan Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometorologi Basah, pada Senin (2/11/2026).

Berikut sejumlah imbauan BNPB kepada masyarakat terkait bahaya hidrometeorologi basah.

1. Bahaya banjir

Ilustrasi Banjir. (IDN Times/Anjani Asra)

BNPB memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk dapat menghindari potensi bahaya banjir. Berikut imbauannya:

  • Membersihkan saluran air secara gotong royong.

  • Melakukan susur sungai dengan pengawasan petugas BPBD.

  • Mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman.

  • Menyiapkan tas siaga bencana untuk kebutuhan minimal tiga hari.

  • Memeriksa kondisi infrastruktur bendungan.

2. Bahaya angin puting beliung/angin kencang

Ilustrasi angin kencang.(IDN Times/Sukma Sakti)

Selain banjir, BNPB memberikan imbauan kepada masyarakat terkait kemungkinan adanya fenomena angin kencang di peralihan musim penghujan ini. Berikut imbauannya:

  • Memperkuat struktur atap rumah agar tidak mudah terlepas.

  • Memangkas ranting pohon yang berada di dekat rumah atau ruang publik.

  • Menghindari berlindung di dekat objek berbahaya, seperti papan reklame dan pohon yang berpotensi roboh.

3. Bahaya tanah longsor

Ilustrasi Longsor. (IDN Times/Anjani Asra)

Terakhir, BNPB juga beri peringatan terkait adanya kemungkinan tanah longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi atas deras, sehingga masyarakat dapat melakukan kesiapsiagaan. Berikut imbauannya:

  • Segera melakukan evakuasi apabila hujan lebat berlangsung lama di kawasan hulu.

  • Mengidentifikasi tanda-tanda bahaya longsor, seperti munculnya retakan pada tanah dan lantai rumah.

  • Memantau informasi cuaca dan situasi lingkungan sekitar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article