Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Percepat Proposal Damai, Trump: Ini Bisa Terjadi!

3 min read
Iran Percepat Proposal Damai, Trump: Ini Bisa Terjadi!
Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump dan JD Vance melihat pembicaraan dengan Iran berjalan positif, tetapi kesepakatan tetap harus memuat komitmen nuklir yang kuat dan dapat diverifikasi.

  • Iran mempercepat penerapan proposal gencatan senjata tujuh langkah menjadi dua hari, dengan tuntutan terkait Selat Hormuz, sanksi, dan penghentian serangan.

  • Iran memberi kewenangan untuk mempercepat negosiasi, sementara Qatar dan Pakistan memfasilitasi pembicaraan tidak langsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran semakin dekat. Optimisme tersebut muncul setelah Teheran menyatakan proposal gencatan senjatanya kini dapat diterapkan dalam waktu dua hari, lebih cepat dari rencana sebelumnya.

Trump mengatakan, pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan positif. Dia juga mengaitkan optimisme tersebut dengan penurunan harga minyak dunia yang menurutnya terjadi karena pasar mulai memperkirakan perang akan segera berakhir.

“Sepertinya semuanya berjalan dengan sangat baik,” kata Trump saat berada di Lincoln Memorial Reflecting Pool, Washington DC, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (3/11/2026).

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump juga menyebut Iran menginginkan penyelesaian konflik secepat mungkin. “Ini bisa saja terjadi!” tulisnya.

Wakil Presiden AS JD Vance turut menyampaikan optimisme mengenai peluang tercapainya kesepakatan. Namun, Washington menegaskan bahwa kesepakatan apa pun harus memuat komitmen kuat dan dapat diverifikasi dari Iran untuk tidak membangun kembali program nuklirnya.

  1. 1. AS sebut pembicaraan dengan Iran berjalan positif

    Donald Trump sedang melakukan panggilan telepon.
    potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (x.com/realDonaldTrump)

    Vance mengatakan, pemerintah AS telah melakukan sejumlah pembicaraan yang dinilainya berjalan baik dengan Iran. Dia bersama Trump merasa optimistis terhadap peluang tercapainya penyelesaian melalui negosiasi.

    “ Kami akan terus mengupayakannya. Kami tentu telah membuat sejumlah kemajuan. Kita lihat apakah bisa mencapai lebih banyak kemajuan lagi,” ujar Vance kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews.

    Ketika ditanya apakah Washington telah memberikan tenggat waktu kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan sebelum Trump kembali melancarkan serangan, Vance membantahnya.

    “Tidak, kami belum menetapkan tenggat waktu,” katanya.

    Meski demikian, Vance mengatakan Trump masih memiliki pilihan militer maupun nonmiliter dalam menghadapi Iran. Dia menegaskan, kesepakatan harus mencakup komitmen Iran yang kuat dan dapat diverifikasi untuk tidak membangun kembali program nuklirnya.

  2. 2. Iran percepat proposal gencatan senjata

    bendera Iran
    ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

    Di tengah pernyataan optimistis dari Washington, Iran mengatakan proposal tujuh langkah yang diajukan sebelumnya tidak mengalami perubahan. Namun, Teheran kini menyebut proposal tersebut dapat diterapkan dalam waktu dua hari, lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya selama satu pekan.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan proposal tersebut telah dipadatkan sehingga bisa segera dijalankan.

    “Jika tuntutan Iran dipenuhi, ada kemungkinan keamanan di Selat Hormuz dapat dipulihkan dan proses negosiasi dimulai dalam waktu singkat,” kata Baghaei.

    Proposal Iran mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu singkat dan dimulainya kembali pembicaraan mengenai program nuklir Teheran.

    Namun, Baghaei tidak menyebutkan bahwa Iran telah mengubah tuntutannya ataupun AS menerima proposal tersebut. Sebelumnya, Teheran meminta Washington mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, menghapus sanksi, memberikan jaminan penghentian serangan, serta memastikan gencatan senjata menyeluruh di kawasan, terutama di Lebanon.

  3. 3. Pemimpin tertinggi Iran beri kewenangan percepat negosiasi

    Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei
    Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (Tasnim News Agency, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk mempercepat negosiasi dengan Washington guna mengakhiri perang.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tetap siap menghadapi dua kemungkinan, yakni jalur diplomasi maupun konfrontasi militer. Qatar dan Pakistan juga terus memfasilitasi pembicaraan tidak langsung antara kedua negara.

    “Dengan menerima persyaratan ini, Selat Hormuz akan dibuka dan negosiasi akan dilanjutkan. Jika tidak, situasi saat ini akan terus berlanjut dan Iran tidak akan menyerah,” kata Araghchi kepada IRNA di Ashgabat, Turkmenistan.

    Meski kedua pihak menunjukkan sinyal positif, peluang kesepakatan masih bergantung pada kesediaan Washington dan Teheran memenuhi persyaratan masing-masing.

    Trump sebelumnya juga mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir, dengan atau tanpa kesepakatan. Dalam wawancara dengan Right Side Broadcasting Network pada Minggu (1/11/2026), dia menyebut Teheran harus memilih untuk mencapai kesepakatan atau perang akan diakhiri melalui cara lain.

    Trump juga sempat mengisyaratkan kemungkinan AS kembali menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu atau midterm elections pada 3 November 2026.

Related Articles

See More