Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WHO Seleksi Calon Dirjen, Menkes Budi Sadikin Masuk dalam 6 Kandidatnya
Menteri Kesehatan, Budi Sadikin Gunadi Sadikin (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Menkes RI Budi Gunadi Sadikin masuk enam kandidat Direktur Jenderal WHO, bersama tokoh kesehatan dari Belgia, Qatar, Arab Saudi, Botswana, dan Spanyol.

  • Direktur Jenderal WHO saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengakhiri masa jabatan pada 15 Agustus 2027; penggantinya ditunjuk dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-80 pada Mei 2027.

  • Budi melanjutkan transformasi kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis, serta memiliki pengalaman sebagai Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional, Wakil Menteri BUMN, Direktur Utama Inalum, dan CEO Bank Mandiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, masuk enam calon pemimpin WHO. Ia akan bersaing dengan calon dari Belgia, Qatar, Arab Saudi, Botswana, dan Spanyol. Pemimpin WHO sekarang, Tedros, selesai bekerja pada Agustus 2027. Pemimpin baru akan dipilih pada Mei 2027. Budi sekarang masih menjadi Menteri Kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Masuknya Budi Gunadi Sadikin ke dalam enam kandidat Dirjen WHO menyoroti perpaduan pengalaman kepemimpinan kesehatan, ekonomi, dan korporasi dalam rekam jejaknya. Kepercayaan berulang untuk memimpin Kementerian Kesehatan serta kelanjutan transformasi kesehatan, termasuk Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau berbagai kelompok usia, memberi gambaran pengalaman praktis yang relevan di tengah proses seleksi tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perebutan jabatan direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah dibuka hingga Kamis (24/9/2026) dan enam kandidat akan bersaing memperebutkannya. Salah satu kandidatnya yakni Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Dalam prosesnya, nantinya Budi Gunadi akan bersaing dengan beberapa kandidat lainnya, di antaranya mantan direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge asal Belgia, mantan menteri kesehatan Qatar Hanan Al-Kuwari, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur Hanan Balkhy, dokter onkologi anak asal Botswana Gevorg Tamamyan, serta Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat, Lingkungan, dan Feterminan Sosial Kesehatan WHO Maria Neira asal Spanyol.

Diketahui, Dirjen WHO saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus, akan mengakhiri masa jabatannya pada 15 Agustus 2027. Selama ia menjabat, ia menghadapi pandemik COVID-19, wabah Ebola, dan wabah mpox.

Sementara itu, dirjen berikutnya akan ditunjuk pada Sidang ke-80 Majelis Kesehatan Dunia, yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027, demikian menurut situs web organisasi tersebut, seperti dilansir ANTARA, Sabtu (26/9/2026).

1. Rekam jejak Budi Gunadi Sadikin

Menkes Budi Gunadi Sadikin (IDN Times/Siti Fatimah)

Saat ini, Budi menjabat sebagai Menteri Kesehatan dalam kabinet Prabowo-Gibran. Ia kembali dipercaya setelah menjabat sebagai Menteri Kesehatan sekitar empat tahun pada era pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Budi Gunadi pun melanjutkan program transformasi kesehatan, seperti Cek Kesehatan Gratis yang dimulai sejak 10 Februari 2025.

Melalui program Cek Kesehatan Gratis ini, masyarakat bisa memeriksa kesehatan gratis di puskesmas atau mitra BPJS Kesehatan saat berulang tahun. Pemeriksaannya pun mencakup sejumlah hal, seperti tekanan darah, risiko stroke dan jantung, kesehatan jiwa, pemeriksaan mata, hingga deteksi dini kanker. Program ini menjangkau balita, siswa, hingga masyarakat lanjut usia (lansia).

Diketahui, ketika pandemik COVID-19 melanda, Budi pernah ditunjuk sebagai Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi. Satgas tersebut bagian dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sebelum menjadi Menkes, ia menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. Rekam jejak Budi di dunia BUMN memang tak diragukan lagi. Dia sudah memegang perusahaan BUMN PT Inalum (Persero) dan CEO Bank Mandiri.

2. Transformasi karier Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan, Budi Sadikin Gunadi Sadikin (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Berbagai jabatan telah didapatkan oleh Budi, hingga perjalanan kariernya terbilang mulus. Ia dipercaya menjadi General Manager Banking, Chief General Manager wilayah Jakarta, dan Chief General Manager bidang sumber daya manusia di Bank Bali (sekarang menjadi Bank Permata).

Lebih lanjut, Budi juga pernah menjabat sebagai Senior Vice-President Director, Consumer and Commercial Banking, ABN AMRO Bank Indonesia & Malaysia hingga 2004.

Kemudian, ia bergabung dengan EVP, Head of Consumer Banking di Bank Danamon dan Direktur Adira Quantum Multi Finance hingga 2006.

Tak berhenti di situ, Budi Sadikin kemudian ditunjuk sebagai Director, Micro & Retail Banking Bank Mandiri pada 2006, dan diangkat sebagai CEO bank berpelat merah itu pada 2013 hingga 2016 digantikan Kartika Wirjoatmodjo.

3. Merintis IBM Asia-Pacific HQ Tokyo pada 1988

Menteri Kesehatan, Budi Sadikin Gunadi Sadikin (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Jika menilik riwayat pendidikannya, pria kelahiran 1964 ini menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Bandung. Kemudian, meraih gelar sarjana fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988.

Selain itu, ia memiliki beberapa rekam jejak pendidikan non-gelar dan sertifikasi profesional. Ia meraih gelar sertifikasi Chartered Financial Analyst (CFA) dari CFA Institute, sebuah asosiasi profesional global yang berbasis di Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat.

Pada tahun 1988, Budi mulai merintis IBM Asia-Pacific HQ, Tokyo kemudian kembali ke Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai System Integration and Professional Services Manager IBM Indonesia pada 1994.

4. Pernah jadi staf khusus Menteri BUMN hingga Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Menteri Kesehatan, Budi Sadikin Gunadi Sadikin (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Setelah tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi kemudian diangkat menjadi staf khusus menteri BUMN. Pada 2017, dia harus melepas jabatannya sebagai staf khusus, karena dilantik sebagai Direktur Utama PT Inalum oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno.

Selama perjalanan karirnya, mantan Presiden Joko Widodo pernah menunjuk Budi sebagai Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam susunan Komite baru itu, Ketua Pelaksananya adalah Menteri BUMN Erick Thohir.

Budi mengaku diberi tugas untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di masa pandemik COVID-19 ini tetap terjaga. Ia menyatakan, berdasarkan arahan Presiden Jokowi, salah satu tugas utama satgas adalah menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article