Menkes Sidak Nutri Level Outlet Kopi Kekinian, Ini Hasilnya

- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengecek penerapan label Nutri Level A-D di gerai Kopi Kenangan, yang sudah tersedia di sekitar 1.000 outlet.
- Budi menemukan banyak menu berada di kategori B, termasuk Kopi Kenangan Mantan. Ia menyarankan konsumsi minuman kategori B dibatasi maksimal dua kali seminggu.
- Menurut Budi, transparansi Nutri Level membantu masyarakat mengetahui kategori minuman sebelum membeli dan diharapkan diikuti lebih luas oleh pelaku usaha makanan-minuman.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan pengecekan langsung ke salah satu gerai minuman kopi kekinian. Dia melihat penerapan Nutri Level yang membagi minuman ke dalam kategori A, B, C, dan D.
Budi mengatakan, sistem Nutri Level tersebut kini sudah tersedia di sekitar 1.000 outlet. Dia pun sempat menduga minuman kekinian lebih banyak berada pada kategori C dan D.
"Kalau mau beli kopi kenangan, sekarang udah ada level ABCD-nya. Di seribu outlet mereka sudah ada Nutri Level-nya," kata Budi di Instagram pribadinya.
"Setelah saya lihat, kopi kenangan itu ternyata banyak B-nya.Saya pikir dulu banyaknya C dan D. Ini favorit saya, kopi kenangan mantan dan Nutri Level-nya. B," sambungnya.
1. Tercantum nutri level A-D

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menunjukkan label Nutri-level di kemasan minuman (dok. Instagram/bgsadikin) Budi mengungkapkan, dirinya sengaja datang langsung ke gerai yang berada dekat dengan kantornya untuk melihat penerapan label tersebut.
"Kemarin saya meluncur ke outlet Kopi Kenangan terdekat dari kantor untuk mengecek langsung. Sekarang, kalau teman-teman mau beli Kopi Kenangan, di 1.000 outlet mereka sudah ada Nutri level A, B, C, dan D-nya!" ujarnya.
2. Konsumsi minum seminggu dua kali

Ilustrasi mencium bau kopi (unsplash.com/Battlecreek Coffee Roasters) Dia mengatakan, salah satu minuman favoritnya, Kopi Kenangan Mantan, masuk dalam kategori B. Budi kemudian menyarankan agar konsumsi minuman dengan kategori tersebut tetap dibatasi.
"Dulu saya sempat menduga kalau minuman kekinian seperti ini pasti banyakan di level C atau D. Ternyata saya salah, Kopi Kenangan punya banyak menu minuman yang masuk level B. Favorit saya sendiri, Kopi Kenangan Mantan itu ada di level B. Saran saya, kalau minum yang level B ini cukup seminggu dua kali saia," kata Budi.
"Mantan itu ada di level B. Saran saya, kalau minum yang level B ini cukup seminggu dua kali saja," lanjutnya.
3. Transparansi nutri level untuk masyarakat lebih sehat

Ilustrasi foto kopi susu berlabel nutri level. Foto: Generated by Ai Budi menilai pencantuman Nutri Level pada menu dapat membantu masyarakat mengetahui kategori minuman sebelum membelinya. Dia berharap langkah tersebut dapat diterapkan lebih luas oleh restoran dan pelaku usaha makanan serta minuman lainnya.
"Kalau semua restoran berani transparan memasang level ABCD seperti ini, masyarakat kita pasti akan lebih sehat dan panjang umur. Semoga langkah baik Kopi Kenangan ini bisa diikuti oleh semua restoran di Indonesia!" kata Budi.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















