Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
YLBHI: Andrie Yunus KontraS Terancam Alami Kebutaan Permanen
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang jadi korban penyiraman air keras (di tengah). (IDN Times/Santi Dewi)
  • Andrie Yunus, aktivis KontraS, mengalami luka serius akibat siraman air keras dan terancam kehilangan penglihatan permanen, kini masih dirawat intensif di RSCM Jakarta Pusat.
  • YLBHI dan TAUD menemukan dugaan keterlibatan 16 pelaku dalam aksi penyiraman serta indikasi koordinasi terorganisir, namun menilai aparat belum menindaklanjuti temuan tersebut secara serius.
  • Dari ruang perawatan, Andrie menyampaikan pesan suara berisi ucapan terima kasih atas dukungan publik dan menegaskan tekadnya untuk tetap kuat menghadapi teror yang dialaminya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
12 Maret 2026

Andrie Yunus disiram air keras oleh sejumlah orang di kawasan Menteng. Serangan tersebut menyebabkan luka bakar serius di wajah dan tubuhnya.

1 April 2026

Ketua YLBHI Muhammad Isnur mengungkap kondisi Andrie yang terancam mengalami kebutaan permanen dalam program 'Ngobrol Seru by IDN Times'. Ia juga menyampaikan temuan TAUD bahwa pelaku lapangan mencapai 16 orang dan mendesak pengusutan hingga ke perwira tinggi TNI.

2 April 2026

Dari ruang perawatan HCU RSCM, Andrie Yunus menyapa publik melalui voice note yang diunggah KontraS. Ia menyebut para pelaku sebagai pengecut dan berterima kasih atas dukungan masyarakat.

kini

Andrie Yunus masih dirawat di HCU RSCM Jakarta Pusat dengan kondisi mata kanan terancam buta permanen. Polisi dan TNI belum menindaklanjuti temuan investigasi TAUD secara tuntas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aktivis KontraS, Andrie Yunus, mengalami luka serius akibat penyiraman air keras yang menyebabkan potensi kebutaan permanen pada mata kanannya dan luka bakar di lebih dari 20 persen tubuhnya.
  • Who?
    Korban adalah Andrie Yunus dari KontraS. Pernyataan disampaikan oleh Ketua YLBHI Muhammad Isnur. Investigasi dilakukan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) bersama sejumlah LSM.
  • Where?
    Andrie dirawat di High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Dugaan lokasi koordinasi pelaku ditemukan di area Menteng, Jakarta.
  • When?
    Penyiraman air keras terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026. Kondisi korban dan pernyataan terbaru disampaikan pada Rabu, 1 April 2026, serta voice note dibagikan Kamis, 2 April 2026.
  • Why?
    Motif pasti belum diketahui. Namun YLBHI menilai tindakan tersebut bertujuan melukai dan diduga terkait aksi teror terhadap aktivis hak asasi manusia.
  • How?
    Penyiraman dilakukan dengan cairan air keras pekat ke wajah dan tubuh korban. TAUD menduga ada sekitar 16 pelaku yang berkoordinasi secara terorganisir sebelum melakukan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang jahat siram air keras ke wajah Pak Andrie, dia kerja bantu orang di KontraS. Matanya sakit sekali dan bisa buta, jadi dia dirawat di rumah sakit. Banyak bagian tubuhnya juga luka bakar dan harus operasi. Polisi belum tangkap semua pelaku, katanya ada banyak orang yang terlibat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah situasi berat yang dialami Andrie Yunus, artikel ini menampilkan keteguhan dan solidaritas yang kuat dari berbagai pihak. Dukungan publik serta kerja investigatif YLBHI dan TAUD menunjukkan kepedulian mendalam terhadap keadilan dan transparansi. Sementara itu, semangat pantang menyerah Andrie mencerminkan keberanian luar biasa dalam menghadapi ancaman dengan martabat dan keyakinan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mengungkap potensi aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, alami kebutaan permanen. Hal itu lantaran rembesan dari cairan air keras sudah masuk ke mata sebelah kanan Andrie. Hingga kini Andrie masih dirawat di fasilitas High Care Unit (HCU) RSCM, Jakarta Pusat.

"Ternyata di matanya itu, lukanya terus merembes. Kami khawatir betul ada potensi kebutaan total dan bola matanya harus dicabut. Jadi, itu yang membuat kami juga sedih," ujar Isnur ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru by IDN Times pada Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, air keras yang disiram ke bagian wajah dan tubuh Andrie sangat pekat. Terbukti lebih dari 20 persen bagian kanan tubuh Andrie mengalami luka bakar.

"Ini tujuannya memang untuk melukai," tutur dia.

Ia juga mengungkapkan, di bagian tubuh lainnya yang mengalami luka bakar harus dilakukan operasi. Jaringan kulit dari bagian lain tubuh Andrie digunakan untuk menggantikan bagian yang kena luka bakar.

1. TAUD temukan dugaan pelaku lapangan mencapai 16 orang

Kondisi Andrie Yunus usai disiram air keras oleh OTK (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Lebih lanjut, Isnur mengatakan, pihaknya dan sejumlah LSM yang tergabung di dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) juga melakukan investigasi mandiri. Hasilnya, mereka menduga pelaku lapangan yang menyiram air keras ke Andrie bukan empat orang. Jumlahnya setidaknya mencapai 16 orang.

Isnur pun menemukan sejumlah bukti ada koordinasi dan komunikasi terorganisir terkait rencana aksi teror terhadap Andrie. Bahkan, TAUD juga menemukan titik pos pelaku berkumpul sebelum beraksi di area Menteng.

"Itu ada 16 orang yang kami yakini secara terhubung. Wajah-wajah (pelakunya) ter-capture oleh kamera-kamera. Jadi, bukan hanya empat orang yang bertugas membuntuti dan menyiram. Tapi, ada semacam koordinator lapangan yang memerintahkan, menarik," tutur dia.

Ia pun mendesak pihak kepolisian agar menelusuri dan membongkar temuan TAUD. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI.

"Kami kecewa ada pelambatan di situ," imbuhnya.

2. YLBHI desak agar pengusutan kasus juga menyentuh perwira tinggi TNI

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur (Youtube/YLBHI)

Di forum itu, Isnur juga meragukan narasi yang mulai diedarkan di ruang publik bahwa aksi penyiraman air keras hanya dilakukan oleh empat pelaku. Sebab, untuk bisa menggerakan 16 orang butuh komando dan instruksi.

"Kami meyakini ketika pelaku di lapangannya adalah perwira selevel kapten, pasti ada yang memerintahkan dan memberi komando. Seharusnya pengusutan juga ditarik ke atas, ke perwira menengah dan perwira tingginya. Siapa jenderal yang memerintahkannya," kata Isnur.

Ia pun meyakini ada pihak yang mendanai upaya pembunuhan terhadap Andrie. Sayangnya, ketika sejumlah petunjuk mulai terungkap, pihak kepolisian malah melimpahkannya ke TNI. Dalam pandangannya, langkah tersebut janggal.

"Ini sangat aneh. Berarti kan kepolisian tidak serius untuk mengungkap sesuatu yang lebih besar dalam kasus ini," tutur dia.

3. Andrie sebut orang-orang yang menerornya sebagai pengecut

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus ketika tapping program siniar di kantor YLBHI sebelum disiram air keras. (Tangkapan layar YouTube YLBHI)

Sementara, dari ruang perawatan High Care Unit (HCU), Andrie Yunus menyapa publik lewat voice note yang dibagikan melalui akun media sosial KontraS. Ia menyebut, anggota TNI yang menyiramkan air keras ke dirinya pada Kamis (12/3/2026) sebagai pengecut.

"Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," ucap Andrie dalam voice note yang diunggah yang diiringi suara monitor, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan bahwa dia akan tetap kuat dan tegar dengan segala dukungan yang diberikan publik padanya. "Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar untuk dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian. Aluta continua, panjang umur perjuangan," imbuhnya.

Editorial Team