Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan perlunya peningkatan skala tanggap darurat seiring wabah Ebola di Republik Demoratik (RD) Kongo yang terus meluas. Hingga Senin (24/8/2026), tepat 100 hari sejak wabah diumumkan, tercatat 5.515 kasus dan 2.642 kematian, dengan tingkat fatalitas sekitar 48 persen. Jumlah kematian tersebut menjadikan wabah ini yang paling mematikan dalam sejarah negara tersebut, melampaui wabah 2018-2020 yang menewaskan 2.299 orang.
Peringatan badan kesehatan PBB tersebut menyoroti penyebaran virus yang kini telah melanda enam provinsi. Provinsi Ituri masih menjadi pusat utama penyebaran, dengan menyumbang sekitar 85 persen total kasus dan 79 persen kematian. Upaya penanganan juga menghadapi berbagai hambatan, termasuk bentrokan antarkelompok bersenjata, pengungsian, hingga krisis kelaparan, UN News melaporkan.
