Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
16 Orang Terluka akibat Penembakan di SMA Turki, Pelaku Tewas
ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
  • Seorang mantan siswa berusia 18 tahun menembaki SMA di Sanliurfa, Turki, melukai 16 orang sebelum bunuh diri dengan senjata yang sama.
  • Pelaku menembak secara acak di koridor dan dua ruang kelas, menyebabkan kepanikan besar hingga siswa berlarian keluar sekolah untuk menyelamatkan diri.
  • Penembakan sekolah jarang terjadi di Turki karena aturan kepemilikan senjata yang ketat, namun insiden ini memicu perhatian terhadap keamanan sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang pemuda berusia 18 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah atas di provinsi Sanliurfa, Turki, pada Selasa (14/6/2026). Sedikitnya 16 orang terluka dan pelaku tewas karena bunuh diri. Dilansir dari BBC, peristiwa itu terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknik Anatolia Ahmet Koyuncu di distrik Siverek sekitar pukul 09:30 waktu setempat.

Gubernur Sanliurfa, Hasan Sildak, mengatakan bahwa pelaku menembak secara acak di koridor sekolah sebelum bersembunyi di dalam gedung. Ia kemudian bunuh diri dengan menembak dirinya dengan senjata yang sama. Sildak menambahkan bahwa seluruh siswa telah dievakuasi dan pasukan keamanan khusus dikerahkan ke sekolah tersebut.

1. Pelaku merupakan mantan siswa di sekolah tersebut

ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)

Pelaku diidentifikasi sebagai mantan siswa di sekolah tersebut. Ia diketahui tidak memiliki catatan kriminal dan sekolah itu juga dianggap aman oleh polisi.

"Meskipun semua tindakan pencegahan yang diperlukan telah dilakukan terkait keselamatan sekolah kami, insiden terisolasi seperti ini masih dapat terjadi. Investigasi yang diperlukan akan dilakukan," kata Sildak.

Sementara itu, korban luka terdiri dari 10 siswa, empat guru, seorang pekerja kantin dan seorang polisi. Sebagian besar dari mereka dirawat di Siverek, tetapi lima di antaranya dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota provinsi karena kondisi luka mereka lebih parah.

2. Pelaku masuk ke dalam dua kelas

ilustrasi mobil polisi (unsplash.com/Michael Förtsch)

Dalam rekaman CCTV, pelaku yang mengenakan atasan putih terlihat berjalan di koridor sambil menembaki orang-orang. Puluhan siswa tampak berlarian keluar sekolah menuju gerbang hingga ke jalan raya.

“Dia masih anak-anak, sekitar 17–18 tahun. Tiba-tiba, dia berjalan masuk melalui pintu depan (halaman sekolah). Begitu masuk, dia mengeluarkan senjata. Senjatanya panjang dan besar, seperti senapan pompa. Dia langsung mulai menembak ke kiri dan kanan. Lalu dia menembak ke arah sekolah. Setelah itu dia berlari masuk. Dia menembak siapa saja yang ada di depannya," ungkap seorang saksi kepada IHA News.

Ömer Furkan Sayar, salah satu siswa yang terluka, mengatakan bahwa pelaku masuk ke setidaknya dua ruang kelas, termasuk ruang kelasnya.

“Awalnya kami langsung menjatuhkan diri ke lantai, lalu dua dari kami melompat keluar jendela. Dia tidak mengatakan apa pun kepada kami, dia hanya masuk dan mulai menembak,” katanya kepada TRT.

3. Turki punya undang-undang kepemilikan senjata yang ketat

ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)

Dilansir dari France24, penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Turki. Pada Mei 2024, seorang mantan siswa menembak mati kepala sekolah menengah swasta di kota Istanbul, 5 bulan setelah ia dikeluarkan dari sekolah tersebut. Pelaku, yang dilaporkan berasal dari Irak, melarikan diri dari lokasi kejadian sebelum akhirnya tertangkap.

Akibat insiden tersebut, ribuan guru menggelar demonstrasi di Istanbul untuk menuntut peningkatan keamanan di sekolah. Turki memiliki undang-undang kepemilikan senjata yang ketat, yang mewajibkan perizinan, registrasi, serta pemeriksaan latar belakang mental dan kriminal. Mereka yang memiliki senjata secara ilegal dapat dikenai sanksi berat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team