Jemaah Haji Indonesia Kloter Pertama Mulai Pulang pada 1 Juni
- Jemaah haji Indonesia kloter pertama dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 1 Juni 2026 setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
- Kementerian Haji dan Umrah menerima berbagai masukan terkait pelayanan tenda di Arafah dan Mina serta pengelolaan mabit di Muzdalifah untuk bahan evaluasi penyelenggaraan haji berikutnya.
- Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama pelaksanaan haji serta apresiasi kepada jemaah yang tertib menjalankan ibadah.
Jakarta, IDN Times - Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) sudah selesai. Artinya, semua proses ibadah haji juga sudah dilaksanakan oleh jemaah haji.
Jemaah haji Indonesia yang berangkat pada kelompok terbang (kloter) pertama akan pulang ke Indonesia pada Senin (1/6/2026). Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Hasan Afandi.
"1 Juni pulang 17 kloter," ujar Hasan, Minggu (31/5/2026).
1. Jemaah haji sudah meninggalkan Mina pada Sabtu (30/5/2026)

Secara terpisah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, pada Sabtu (30/5/2026), pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan area Mina. Seluruh tenda juga sudah kosong ditinggalkan jemaah.
“Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” ujar Dahnil dalam keterangannya.
Menurut dia, semua proses penyelenggaraan haji saat berada di Armuzna berjalan dengan baik. Dahnil mengaku, ada sejumlah perubahan yang baik dalam melayani jemaah.
“Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan,” kata dia.
2. Kemenhaj terima masukan

Meski demikian, Kemenhaj mengaku menerima masukan terhadap penyelenggaran Haji 2026. Termasuk, ada sejumlah catatan dari sejumlah pihak, mulai dari pelayanan tenda di Arafah dan Mina, hingga tata kelola mabit di Muzdalifah dengan skema murur.
“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujar dia.
3. Wamenhaj minta maaf apabila ada kekurangan

Dahnil juga meminta maaf kepada seluruh jemaah apabila ada kekurangan selama proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada jemaah yang tertib selama proses penyelenggaraan haji.
“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” kata dia.



















