Jakarta, IDN Times - Jumlah jurnalis Palestina yang tewas sejak Israel melancarkan genosida di Jalur Gaza telah mencapai 263 orang. Angka tersebut bertambah setelah Muhammad Abdel Aziz al-Najjar gugur akibat serangan drone Israel pada Rabu (30/9/2026), menurut keterangan Kantor Media Pemerintah Gaza.
263 Jurnalis Palestina Tewas Dibunuh Israel sejak Oktober 2023

1. Kantor Media Pemerintah Gaza serukan pertanggungjawaban
Dilansir Anadolu Agency, Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa mereka mengutuk keras pendudukan Israel yang menargetkan, membunuh, serta melakukan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina.
Lembaga itu menyerukan kepada Federasi Jurnalis, Federasi Jurnalis Arab, dan organisasi pers di seluruh dunia untuk mengecam apa yang disebutnya sebagai kejahatan terhadap jurnalis dan pekerja media di Gaza.
Kantor tersebut juga mendesak masyarakat internasional untuk memproses kejahatan tersebut di hadapan pengadilan internasional serta membawa pihak-pihak yang bertanggung jawab ke muka hukum.
2. FAPaJ serukan perlindungan dan proses hukum
Pada Senin (28/9), Federasi Jurnalis Asia-Pasifik (FAPaJ) menyatakan sebanyak 262 jurnalis Palestina telah menjadi sasaran dan tewas sejak 2023. Pernyataan itu dikeluarkan dalam rangka Hari Solidaritas Internasional dengan Jurnalis Palestina yang diperingati pada 26 September.
Mengutip International Federation of Journalists (IFJ), FAPaJ mendukung seruan Serikat Jurnalis Palestina (PJS) agar para jurnalis Palestina memperoleh perlindungan di lapangan dan pertanggungjawaban melalui pengadilan.
FAPaJ juga menyatakan akan bekerja sama dengan IFJ untuk menyediakan dukungan logistik dan medis bagi jurnalis Palestina. Mereka menyerukan proses internasional yang independen dan transparan terkait kematian, luka, serta penahanan jurnalis.
3. Ratusan jurnalis terluka dan puluhan masih ditahan
Palestine Chronicle melaporkan, berdasarkan data Kantor Media Pemerintah Gaza, 433 jurnalis lainnya terluka hingga 26 September. Sebanyak 26 jurnalis perempuan termasuk dalam 262 orang yang tercatat meninggal dunia pada saat itu.
Kantor media Gaza juga menyebut 50 jurnalis dan pekerja media telah ditangkap sejak Oktober 2023. Sebanyak 23 orang masih dipenjara di bawah penahanan administratif tanpa dakwaan ataupun persidangan.
Kerugian finansial sektor media Gaza diperkirakan melampaui 800 juta dolar AS (setara Rp14,29 triliun). Menurut pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza, serangan Israel menghancurkan seluruhnya atau sebagian kantor 12 media cetak dan 23 organisasi media digital serta berdampak pada 12 stasiun radio lokal, 16 saluran televisi dan satelit, dan 27 percetakan.
Kerusakan juga terjadi pada kantor lima organisasi yang bekerja untuk melindungi kebebasan pers. Meskipun demikian, para jurnalis di Gaza tetap bekerja di tengah pemadaman listrik, gangguan telekomunikasi, kekurangan bahan bakar, serta kerusakan rumah dan tempat kerja mereka.
Curated For You
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Diancam Israel, Relawan Bongkar Struktur Pertanian di Palestina27 Sep 2026, 23:04 WIB
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Komandan Hamas30 Sep 2026, 07:10 WIB
- Citra Satelit Terbaru di Google Maps Ungkap Kehancuran Gaza01 Oct 2026, 11:00 WIB