Jakarta, IDN Times - Pemerintah Somalia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sekitar 6,5 juta orang di Somalia menghadapi kelaparan akut akibat kekeringan. Laporan menyebutkan bahwa lebih dari sepertiga dari mereka yang mengalami malnutrisi akut adalah anak-anak.
Somalia sebelumnya menetapkan status darurat nasional akibat kekeringan pada November 2025, setelah bertahun-tahun gagal panen karena tidak turun hujan. Krisis ini memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka, dengan sebagian besar di antaranya mengungsi di kamp-kamp di Mogadishu dan kota-kota lainnya.
“Kekeringan ini semakin memburuk secara mengkhawatirkan, dengan harga air yang melonjak, pasokan pangan yang terbatas, ternak yang mati, dan pendanaan kemanusiaan yang sangat minim,” kata George Conway, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Somalia, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The New Arab.
