Kisruh dengan UEA, Somalia Pilih Setujui Perjanjian Pertahanan dengan Qatar

- Presiden Somalia sebut UAE tidak menghargai kemerdekaan negaranya
- Somalia serukan dialog dengan Somaliland untuk atasi perpecahan
- Puntland tolak pemutusan hubungan Somalia-UEA
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Somalia, Ahmed Moalim Fiqi dan Menhan Qatar, Saud bin Abdulrahman bin Hassan Al Thani menyetujui perjanjian pertahanan. Keduanya juga sepakat untuk mengekspansi koordinasi keamanan.
“Hari ini di Doha, Somalia dan Qatar menyetujui perjanjian pertahanan bersejarah untuk memperkuat hubungan militer dan kolaborasi keamanan antara kedua negara,” ungkap Moalim Fiqi, dikutip dari Somali Guardian, Rabu (21/1/2026).
Perjanjian ini disetujui menyusul ketegangan antara Somalia dan Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu. Bahkan, Somalia sudah memutus semua perjanjian dengan UEA atas dugaan intervensi dan upaya memecah belah.
1. Presiden Somalia sebut UAE tidak menghargai kemerdekaan negaranya
Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud mengatakan bahwa hubungan keamanan dengan UEA hanya untuk mendukung Israel. Ia pun menyerukan dukungan kepada Somalia untuk menolak pengakuan Israel atas kemerdekaan Somaliland.
“Kami memiliki hubungan baik dengan UEA, tapi sayangnya, mereka tidak melibatkan kami sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat,” ungkap Mohamud, dilansir Africa Confidential.
Sepekan terakhir beberapa negara sudah mendukung kedaulatan Somalia usai pengakuan Israel atas kemerdekaan Somaliland. Beberapa negara, seperti China, Arab Saudi, Turki, dan negara-negara Uni Eropa menyatakan dukungan kepada Somalia.
2. Somalia serukan dialog dengan Somaliland untuk atasi perpecahan
Pekan lalu, Mohamud meminta kepada Somaliland untuk berdialog dalam menyelesaikan masalah perpecahan di negaranya. Ia mendorong persatuan Somalia dan Somaliland.
Dilansir Anadolu Agency, Mohamud sudah mengadakan kunjungan ke area sengketa, Las Anod untuk pertama kalinya dalam 40 tahun. Lawatan itu menjadi simbol penguatan persatuan Somalia dan mendorong pemerintah federal untuk mempersatukan Somalia dan Somaliland.
Sebagai informasi, Somaliland sudah memiliki pemerintahan sendiri sejak mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991. Namun, Somaliland tidak mendapatkan pengakuan dari dunia internasional sebagai negara berdaulat.
3. Puntland tolak pemutusan hubungan Somalia-UEA
Menanggapi pemutusan hubungan Somalia-UEA, Presiden Puntland, Saeed Abdullahi Deni justru mengadakan kunjungan ke UEA. Sebab, wilayah semi-otonom di bawah Somalia itu menolak pemutusan sepihak dari pemerintah federal.
Kunjungan Deni ke UEA menunjukkan bahwa perpecahan politik di Somalia semakin dalam. Selain itu, hubungan Somalia dengan sejumlah rekanan internasional semakin rumit menyusul pemutusan hubungan dengan UEA.
Sebagai informasi, UEA sudah memiliki hubungan berlapis dengan Somalia dan wilayah otonom. Abu Dhabi sudah terlibat dalam operasional pelabuhan Bosaso di Puntland, Kismayo di Jubaland, dan Berbera di Somaliland.















