Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adidas Minta Maaf usai Dikecam karena Kerja Sama dengan Tentara Israel
potret produk Adidas (pexels.com/Kaique Rocha)
  • Adidas meminta maaf pada 7 September 2026 setelah gambar dalam aktivasi lokal bersama tentara Israel Shaliv Biton memicu kekhawatiran dan reaksi keras.
  • Biton mempromosikan sepatu Adidas di Instagram, lalu kerja sama tersebut memicu kecaman serta seruan boikot global dari kelompok pro-Palestina.
  • Adidas berjanji mendengarkan kritik, memperkuat nilai inklusif, dan melanjutkan dukungan bagi komunitas Timur Tengah, termasuk melalui donasi produk serta kegiatan amal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Brand alat-alat olahraga kenamaan asal Jerman, Adidas, akhirnya merilis permintaan maaf usai menuai banyak kecaman karena bekerja sama dengan tentara Israel. Permintaan maaf itu disampaikan dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada Senin (7/9/2026).

“Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivasi lokal baru-baru ini oleh tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras. Kami sama sekali tidak bermaksud menyinggung siapa pun dan kami meminta maaf kepada siapa pun yang terpengaruh” kata Adidas dalam pernyataannya, seperti dikutip Anadolu Agency.

1. Adidas bekerja sama dengan tentara Israel untuk mempromosikan produk sepatu

potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Adidas sendiri bekerja sama dengan tentara Israel bernama Shaliv Biton untuk mempromosikan produk sepatunya beberapa waktu lalu. Usai bekerja sama dengan Adidas, Biton langsung mempromosikan produk sepatu mereka di laman Instragram pirbadinya. Lewat akun Instagram-nya, Biton menulis sebuah pesan yang bertujuan untuk memikat orang agar mau membeli sepatu dari Adidas.   

“Mungkin, ini terdengar seperti hal kecil. Namun, bagi saya, ini jauh lebih dari sekadar sepatu. Ini adalah keinginan agar dunia tempat kita tinggal terkadang menyesuaikan diri dengan kita dan bukan selalu kita yang harus menyesuaikan diri dengan dunia,” tulis Biton dalam sebuah unggahan di Instagram untuk mempromosikan produk sepatu Adidas dikutip The New Arab

2. Kerja sama Adidas dan Biton menimbulkan seruan boikot dari kelompok pro-Palestina

Orang-orang sedang melakukan demo pembebasan Palestina dari agresi Israel. (pexels.com/Monirul Islam)

Tidak lama setelah itu, kerja sama antara Adidas dan Biton menuai banyak kecaman dari kelompok pro-Palestina di seluruh dunia. Di media sosial, mereka menyerukan pemboikotan Adidas kepada seluruh negara di dunia. Selain itu, mereka juga menyerukan kepada seluruh pendukung Palestina untuk jangan membeli produk apa pun dari Adidas. 

Kecaman ini datang karena Biton merupakan salah satu tentara Israel yang bertanggung jawab terhadap rentetan serangan dan pembantaian yang menewaskan ribuan warga Palestina di Gaza. Oleh karena itu, kelompok pro-Palestina dari seluruh dunia merasa kecewa karena brand olahraga sekaliber Adidas memutuskan untuk bekerja sama dengan pelaku genosida. 

3. Adidas berjanji akan mendengarkan semua kritik

potret produk Adidas (pexels.com/Kaique Rocha)

Dalam pernyataannya, Adidas berjanji akan mendengarkan semua kritik yang masuk untuk mereka. Sebab, mereka menganggap semua itu bisa membuat perusahaan menjadi lebih baik untuk ke depannya. Sebagai penutup, Adidas mengatakan pihaknya akan selalu mendukung negara mana pun yang membutuhkan bantuan, termasuk Palestina, melalui donasi dan kegiatan amal.

“Di seluruh Timur Tengah, Adidas memiliki komitmen jangka panjang terhadap komunitas yang kami layani, bekerja sama dengan para atlet, tim, dan komunitas olahraga di seluruh wilayah serta mendukung orang-orang dan komunitas yang membutuhkan melalui donasi produk. Kami akan terus mendengarkan, belajar, dan bekerja untuk memastikan bahwa tindakan kami mencerminkan nilai-nilai inklusif yang kami junjung tinggi,” tutup Adidas dalam pernyataannya dilansir Times of Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article