Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ajaib! Ayah-Anak Selamat Usai Tertimbun Reruntuhan Gempa Venezuela Berhari-hari
ilustrasi reruntuhan bangunan pascagempa (pexels.com/Doruk Aksel Anıl)
  • Seorang ayah dan anaknya berhasil ditemukan hidup setelah tertimbun reruntuhan gempa di Caradella, Venezuela, selama beberapa hari berkat upaya penyelamatan intensif tim evakuasi.
  • Ibu dan bayi berusia 9 bulan juga diselamatkan dari reruntuhan di La Guaira setelah tertimbun sekitar 32 jam, menambah kisah haru di tengah bencana besar tersebut.
  • Korban tewas akibat dua gempa dahsyat mencapai 1.450 jiwa, sementara ribuan pengungsi menghadapi kekurangan makanan dan sanitasi meski bantuan internasional mulai berdatangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gempa Venezuela tentu menjadi duka bagi banyak orang, termasuk bagi seluruh negara di dunia. Namun, di tengah duka tersebut, ada keajaiban yang timbul sebagai bukti keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Keajaiban itu terjadi pada Minggu (28/6/2026). 

Kala itu, seorang ayah dan anak laki-lakinya ditemukan hidup usai tertimbun reruntuhan bangunan pascagempa selama berhari-hari. Keduanya ditemukan selamat usai petugas penyelamat melakukan evakuasi di sejumlah reruntuhan bangunan yang ada di Caradella, sebuah kota kecil yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Ibu Kota Caracas.

1. Ibu dan bayi berusia 9 bulan juga ditemukan selamat di bawah reruntuhan

potret ibu dan bayi baru lahir (pexels.com/Craig Adderley)

Sebelumnya, keajaiban juga terjadi di La Guaira pada Sabtu (27/6/2026) malam waktu setempat. Kala itu, ibu dan bayinya yang baru berusia 9 bulan ditemukan selamat usai tertimbun reruntuhan bangunan selama kurang lebih 32 jam. 

Dalam sebuah video yang disiarkan BBC, terlihat seorang petugas penyelamat berupaya membawa bayi dari bawah reruntuhan untuk diberikan kepada sang ayah yang sudah menunggunya. Tidak lama kemudian, petugas penyelamat juga berhasil menyelamatkan sang ibu. Tangis haru pun pecah di tengah momen tersebut. Keduanya langsung dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.  

“Hari ini, kami telah menyelamatkan orang-orang yang masih hidup. Oleh karena itu, upaya ini tidak akan dihentikan. Kami selalu berpegang pada harapan,” kata Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, dilansir The Guardian

2. Korban tewas pascagempa sudah tembus 1.450

ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

Semua keajaban tadi terjadi di saat korban tewas pascagempa Venezuela kini tembus 1.450 jiwa. Menurut Pemerintah Venezuela, jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah. Sebab, proses evakuasi kini masih berjalan. Terlebih, ada banyak korban yang ditengarai masih terjebak di bawah reruntuhan.

Gempa di Venezuela sendiri terjadi pada Rabu (24/6/2026) lalu. Kala itu, Ada dua gempa dahsyat yang terjadi secara beruntun. Gempa pertama terjadi di Kota San Felipe dengan kekuatan 7,2 magnitudo. Sementara itu, gempa kedua terjadi di Kota Yumare dengan kekuatan 7,5 magnitudo.  

Dilansir AP, meski bermula di San Felipe dan Yumare, gempa ini juga merusak banyak bangunan yang ada sejumlah negara bagian di Venezuela. Menurut data terbaru, ada 774 bangunan yang hancur usai dihantam gempa tersebut. 

3. Korban gempa sudah dievakuasi ke tempat aman

ilustrasi kamp pengungsian (pexels.com/Doruk Aksel Anıl)

Saat ini, sebagian besar korban gempa di Venezuela yang selamat sudah dievakuasi ke tempat pengungsian. Namun, jutaan pengungsi kini mengalami masalah baru. Mereka kesulitan mendapatkan akses ke sistem sanitasi yang layak serta kekurangan pasokan makanan dan minuman.

Meski demikian, Pemerintah Venezuela berjanji akan segera mengatasi masalah tersebut. Saat ini, sejumlah negara di dunia juga sudah bersedia memberikan bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa di Tanah Anugerah. 

Beberapa waktu lalu, Amerika Serikat menyatakan siap membantu korban gempa di Venezuela. Sejumlah negara di Amerika Latin juga sudah mengirim sejumlah bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di sana. Mereka terdiri dari Brasil, Kuba, Meksiko, dan Kolombia. Bantuan yang mereka kirim meliputi makanan, minuman, dan pasokan medis, seperti obat-obatan.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article