Nenek 60 Tahun Selamat Usai 86 Jam Terkubur Reruntuhan Gempa Venezuela

- Seorang nenek 60 tahun bernama Belkys Josefina Barreto García berhasil diselamatkan hidup-hidup setelah 86 jam terjebak di bawah reruntuhan gempa besar di Caraballeda, Venezuela.
- Tim penyelamat dari berbagai negara terus bekerja tanpa henti, bahkan menghentikan aktivitas sekitar reruntuhan demi mendengar tanda kehidupan yang masih mungkin muncul dari korban tertimbun.
- Gempa kembar berkekuatan 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela menewaskan lebih dari 1.450 orang, melukai ribuan lainnya, serta memicu ratusan gempa susulan dan kerusakan luas pada infrastruktur.
Jakarta, IDN Times - Harapan masih muncul di tengah operasi pencarian korban gempa besar yang melanda Venezuela. Seorang perempuan berusia 60 tahun berhasil ditemukan dalam keadaan hidup setelah terjebak di bawah reruntuhan bangunan selama lebih dari 86 jam.
Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan, korban bernama Belkys Josefina Barreto García berhasil dievakuasi dari reruntuhan gedung di Caraballeda, Negara Bagian La Guaira, pada Minggu (28/6/2026) waktu setempat.
Penyelamatan dilakukan setelah tim penyelamat bekerja tanpa henti selama 11 jam. Kondisi korban disebut masih kritis meski berhasil diselamatkan hidup-hidup.
Keberhasilan tersebut menjadi secercah harapan di tengah terus bertambahnya korban gempa kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang hingga kini telah menewaskan sedikitnya 1.450 orang dan melukai lebih dari 3.150 lainnya.
1. Diselamatkan setelah 86 jam di bawah reruntuhan

Bukele mengatakan proses evakuasi berlangsung sangat sulit karena korban telah terjebak selama lebih dari tiga hari di bawah bangunan yang runtuh.
“Setelah 86 jam terjebak di bawah reruntuhan, dan setelah 11 jam kerja yang intens, kami berhasil menyelamatkan Belkys Josefina Barreto García yang berusia 60 tahun dalam keadaan hidup,” kata Bukele melalui akun X, dikutip dari CNN, Senin (29/6/2026).
Video yang dibagikan menunjukkan tim penyelamat mengangkat korban menggunakan tandu sebelum membawanya ke ambulans. Sebuah helikopter kemudian diterbangkan untuk mempercepat proses evakuasi menuju Caracas.
“Meskipun dokter kami telah menstabilkan kondisi Belkys di kamp, kondisi kesehatannya masih kritis. Karena itu kami menyewa helikopter pribadi dan memindahkannya ke sebuah klinik swasta di Caracas agar mendapat perawatan terbaik,” ujar Bukele, seraya menyampaikan terima kasih kepada tim penyelamat dari El Salvador dan Peru.
2. Tim penyelamat masih dengarkan tanda kehidupan

Operasi pencarian masih berlangsung di berbagai lokasi terdampak, terutama di La Guaira yang menjadi wilayah paling parah dilanda gempa.
Tim penyelamat dari Fairfax County, Virginia, Amerika Serikat, pada Minggu dilaporkan menghentikan seluruh aktivitas di sekitar reruntuhan sebuah gedung bertingkat setelah mendengar dua ketukan yang diduga berasal dari seseorang yang masih terjebak di bawah bangunan.
Selama proses pencarian, semua orang di sekitar diminta tetap diam agar suara dari bawah reruntuhan dapat terdengar dengan jelas.
Meski peluang menemukan korban selamat terus menurun setelah lebih dari 72 jam sejak gempa terjadi—periode yang dikenal sebagai golden window penyelamatan—tim SAR tetap melanjutkan upaya pencarian karena masih ada kemungkinan korban bertahan hidup.
3. Keajaiban di tengah bertambahnya korban

Sehari sebelumnya, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi seorang bayi berusia 11 bulan dalam keadaan hidup dari bawah reruntuhan bangunan. Keberhasilan penyelamatan bayi tersebut, disusul evakuasi Belkys, kembali membangkitkan harapan keluarga korban yang masih menunggu kabar kerabat mereka.
Namun, situasi di Venezuela masih sangat berat. Gempa yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/6/2026) menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari satu abad terakhir dan memicu ratusan gempa susulan.
Hingga kini, sedikitnya 1.450 orang dilaporkan meninggal dunia, lebih dari 3.150 orang mengalami luka-luka, ribuan warga mengungsi, sementara ratusan bangunan, termasuk rumah sakit dan fasilitas publik, mengalami kerusakan atau runtuh. Tim penyelamat internasional dari berbagai negara masih terus dikerahkan untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.

















