Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prancis Akhiri Polemik dengan AS, Sesalkan Kritik Misi Diplomatiknya

2 min read
Prancis Akhiri Polemik dengan AS, Sesalkan Kritik Misi Diplomatiknya
Bendera Prancis (unsplash.com/Anthony Choren)
  • Prancis menyatakan penyesalan atas kritik misi diplomatiknya di Jenewa terhadap sikap AS dalam pemungutan suara terkait Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Türk.
  • AS sempat memprotes keras dengan walk out dari sidang Dewan Keamanan PBB saat Prancis membahas perang Ukraina, menyebut kritik itu tak pantas antar-sekutu.
  • Pernyataan Paris meredakan ketegangan dan mengakhiri kebuntuan akreditasi Aurélien Lechevallier sebagai duta besar baru Prancis untuk AS, sekaligus membuka kembali kerja sama diplomatik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Prancis secara resmi menyatakan penyesalan atas ketegangan diplomatik yang sempat meruncing dengan Amerika Serikat (AS). Langkah deeskalasi ini diambil demi mengakhiri perselisihan di antara kedua negara sekutu yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Pernyataan resmi tersebut diharapkan dapat memulihkan komunikasi tingkat tinggi antara Paris dan Washington. Selain itu, langkah ini diyakini akan memperlancar agenda kerja sama strategis kedua negara di panggung internasional, khususnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

  1. 1. Misi diplomatik Prancis di Jenewa sesalkan kritik terhadap AS

    Kota Jenewa, Swiss.
    potret Kota Jenewa, Swiss (pexels.com/christine roy)

    Ketegangan bermula saat Misi Tetap Prancis di Jenewa mengkritik keputusan AS dalam pemungutan suara di PBB. Unggahan di platform X tersebut menilai Washington bukan lagi teladan penegakan hak asasi manusia (HAM) karena menolak perpanjangan masa jabatan Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Türk.

    Menanggapi polemik yang kian meruncing, perwakilan Prancis merilis klarifikasi resmi bahwa perbedaan pandangan itu hanya menyangkut masalah teknis pemungutan suara.

    “Misi Tetap Prancis untuk PBB di Jenewa menyesalkan cuitan tertanggal 25 Juli 2026 di X yang mempertanyakan komitmen AS terhadap hak asasi manusia,” kata Duta Besar Prancis untuk PBB, Jérôme Bonnafont.

  2. 2. Diplomat AS sempat lancarkan aksi walk out di sidang PBB

    ilustrasi Sidang Majelis Umum PBB (instagram.com / unitednations)
    ilustrasi Sidang Majelis Umum PBB (instagram.com / unitednations)

    Pemerintah AS merespons keras kritik tersebut dengan melancarkan aksi protes langsung di Markas Besar PBB di New York. Para diplomat AS memutuskan untuk walk out dari ruang sidang Dewan Keamanan PBB, tepat saat delegasi Prancis menyampaikan pidatonya mengenai perang Ukraina.

    Perwakilan Washington menilai, pernyataan Misi Prancis tidak sepantasnya ditujukan kepada sesama negara sekutu utama.

    “Prancis memilih seseorang yang kerap menceramahi negara-negara demokrasi bebas seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Israel, sembari merangkul para penindas terburuk di dunia,” ujar Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, dilansir The Guardian.

  3. 3. Kebuntuan akreditasi duta besar baru Prancis mulai teratasi

    ilustrasi bendera Prancis
    ilustrasi bendera Prancis (pexels.com/Leonardo Delsabio)

    Perselisihan diplomatik ini sempat berimbas pada penundaan proses penempatan Duta Besar baru Prancis untuk AS, Aurélien Lechevallier. Washington sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk menolak akreditasi mantan penasihat Istana Élysée tersebut, yang dijadwalkan menjabat pada bulan September.

    Sikap penyesalan yang disampaikan Paris pada akhirnya meredakan ketegangan dan disambut positif oleh otoritas diplomatik Washington. Kebuntuan akreditasi diplomatik kedua negara pun kini resmi berakhir.

    “Kami mencatat dan menghargai pernyataan Prancis, serta berharap dapat terus bekerja sama untuk memajukan nilai-nilai dan kepentingan bersama,” kata Pejabat Departemen Luar Negeri AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More