Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi traveling ke Chiang Mai, Thailand (freepik.com/tawatchai)

Kalau kamu ingin liburan tanpa jadwal yang terlalu padat, Chiang Mai, Thailand, bisa menjadi destinasi yang menarik untuk dicoba. Kota yang berada di Thailand bagian utara ini punya suasana yang relatif tenang, banyak sudut kota yang nyaman untuk dijelajahi dengan santai, serta perpaduan budaya lokal dan kehidupan modern yang terasa harmonis.

Chiang Mai juga cocok untuk kamu yang ingin benar-benar menikmati perjalanan, bukan sekadar mengumpulkan foto dari sebanyak mungkin tempat wisata. Mulai dari berjalan kaki di kawasan kota tua, duduk berlama-lama di kafe, sampai menikmati suasana sore yang lebih santai, ada banyak alasan mengapa kota ini terasa pas untuk slow traveling. Nah, berikut lima alasan kenapa Chiang Mai paling cocok untuk slow traveling. Keep scrolling!

1. Suasananya lebih tenang dibandingkan kota wisata Thailand lainnya

Ho Kham Luang Royal Pavilion Chiang Mai (vecteezy.com/thodsapol)

Salah satu daya tarik Chiang Mai adalah atmosfernya yang terasa lebih santai. Dibandingkan destinasi Thailand yang identik dengan keramaian seperti Bangkok atau Phuket, Chiang Mai menawarkan ritme kehidupan yang lebih pelan sehingga kamu tidak harus terus berpindah tempat untuk merasa menikmati liburan.

Kamu bisa menghabiskan pagi dengan berjalan santai, mampir ke kedai kopi, kemudian melanjutkan perjalanan tanpa harus mengejar banyak destinasi dalam satu hari. Buat kamu yang justru menikmati proses perjalanan dan suasana sekitar, ritme seperti ini bisa membuat liburan terasa lebih menyenangkan.

2. Banyak tempat menarik yang bisa dinikmati tanpa terburu-buru

Night market di Chiang Mai (commons.wikimedia.org/Nicolai Bangsgaard)

Chiang Mai punya cukup banyak destinasi yang menarik, tetapi tidak semuanya harus dikunjungi dalam waktu singkat. Kawasan kota tua, kuil-kuil bersejarah, pasar malam, hingga berbagai kafe dan restoran bisa dinikmati dengan ritme yang lebih fleksibel.

Alih-alih membuat daftar perjalanan yang penuh dari pagi hingga malam, kamu bisa memilih beberapa tempat saja setiap harinya. Setelah itu, sisakan waktu untuk duduk menikmati kopi, mengamati kehidupan lokal, atau sekadar berjalan tanpa tujuan tertentu. Justru momen-momen sederhana seperti ini yang sering membuat pengalaman slow traveling terasa lebih berkesan.

3. Budaya lokalnya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari

Nimmanhaemin Area Chiang Mai (commons.wikimedia.org/setawut)

Chiang Mai bukan hanya tentang tempat wisata, tetapi juga tentang bagaimana budaya lokal hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kuil, pasar tradisional, kuliner khas Thailand Utara, kerajinan tangan, dan lingkungan permukiman menjadi bagian dari karakter kota yang bisa kamu temui ketika menjelajah dengan santai.

Slow traveling memungkinkan kamu untuk menikmati sisi tersebut tanpa merasa harus selalu menjadi wisatawan yang sedang mengejar atraksi. Kamu bisa berhenti di pasar, mencoba makanan lokal, mengobrol dengan penjual, atau memperhatikan aktivitas warga sekitar. Pengalaman seperti ini bisa membuat perjalanan terasa lebih personal dan tidak sekadar seperti mengunjungi tempat wisata dari satu titik ke titik lainnya.

4. Banyak kafe nyaman untuk menikmati waktu sendirian

ilustrasi me time di kafe (magnific.com/benzoix)

Buat kamu yang suka traveling sambil mencari tempat nyaman untuk ngopi, membaca, menulis, atau sekadar menikmati suasana, Chiang Mai punya banyak pilihan kafe dengan atmosfer yang mendukung. Budaya kopi di kota ini juga cukup berkembang sehingga menemukan tempat untuk beristirahat di sela-sela perjalanan bukan sesuatu yang sulit.

Kamu bahkan bisa menjadikan kafe sebagai bagian dari itinerary. Misalnya, pagi hari digunakan untuk berjalan-jalan di sekitar kota, siang hari mencari kafe yang nyaman, lalu sore kembali berjalan santai menikmati suasana. Tidak perlu merasa bersalah karena menghabiskan beberapa jam hanya untuk duduk dan menikmati secangkir kopi, karena itulah salah satu esensi slow traveling.

5. Cocok untuk menikmati perjalanan tanpa itinerary yang terlalu padat

ilustrasi traveling ke Chiang Mai, Thailand (freepik.com/tawatchai)

Chiang Mai merupakan destinasi yang bisa dinikmati dengan itinerary fleksibel. Kamu tidak harus menentukan setiap jam harus berada di mana karena banyak pengalaman menarik yang bisa ditemukan secara spontan ketika berjalan-jalan di kota.

Karena justru dengan memberikan ruang kosong dalam jadwal, kamu bisa mengikuti suasana hati selama perjalanan. Kalau ingin berjalan kaki, kamu bisa menjelajah lebih jauh. Kalau sedang lelah, kamu bisa mencari kafe dan beristirahat. Fleksibilitas seperti ini membuat Chiang Mai terasa cocok bagi kamu yang ingin pulang dari liburan dengan pikiran lebih segar, bukan malah kelelahan karena terlalu banyak aktivitas.

Melakukan slow traveling bukan berarti kamu tidak melakukan apa-apa selama liburan. Konsep ini lebih tentang memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menikmati sebuah tempat tanpa terus-menerus dikejar waktu. Dengan suasananya yang relatif tenang, budaya lokal yang kuat, banyak pilihan kuliner dan kafe, serta berbagai sudut kota yang menarik untuk dijelajahi perlahan, Chiang Mai bisa menjadi pilihan menarik untuk kamu yang ingin merasakan perjalanan dengan ritme yang lebih santai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article