Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aljazair Tangkap 61 Warga Maroko yang Diduga Mau Sabotase

2 min read
Aljazair Tangkap 61 Warga Maroko yang Diduga Mau Sabotase
ilustrasi bendera Aljazair (unsplash.com/tomarquize)
  • DGSN Aljazair menangkap 61 warga Maroko pada 11 Oktober 2026 atas dugaan merencanakan sabotase, termasuk seorang mantan tentara yang diduga masuk melalui jalur pegunungan Tunisia.
  • Penangkapan ini memperuncing ketegangan Aljazair-Maroko, yang putus hubungan diplomatik sejak 2021 dan berselisih lama soal Sahara Barat; perbatasan darat keduanya tertutup sejak 1994.
  • Sebelumnya, Aljazair juga menangkap puluhan warga Maroko dalam operasi di Oran. Di PBB, Aljazair kembali mendukung hak penentuan nasib sendiri bagi warga Sahara Barat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Keamanan Nasional Aljazair (DGSN) mengumumkan penangkapan 61 warga negara Maroko pada Minggu (11/10/2026). Mereka ditangkap atas dugaan terlibat dalam perencanaan sabotase. 

Insiden ini semakin menyulut ketegangan antara Aljazair dan Maroko. Selama ini, kedua negara sudah terlibat dalam perseteruan dan Aljazair sudah memutus hubungan diplomatik dengan Maroko sejak 2021. 

  1. 1. Diduga masuk ke Aljazair lewat Tunisia

    bendera Aljazair
    ilustrasi bendera Aljazair (unsplash.com/aboodi_vm)

    DGSN mengatakan bahwa 61 warga negara Maroko, salah satu di antaranya adalah mantan tentara Maroko yang berniat merusak keamanan di Aljazair. Mereka diduga masuk ke Aljazair lewat jalur pegunungan di Tunisia. 

    Dilansir Le Monde, perbatasan darat antara Aljazair dan Maroko sudah ditutup sejak 1994. Perselisihan antara Aljazair dan Maroko selama bertahun-tahun didorong oleh masalah Sahara Barat. 

    Sebab, Aljazair mendukung penuh kemerdekaan Republik Demokratik Arab Sahrawi dari Maroko. Sedangkan, Maroko menganggap Sahara Barat sebagai bagian dari negaranya. 

  2. 2. Aljazair sudah tangkap warga Maroko pada Juli

    ilustrasi bendera Maroko
    ilustrasi bendera Maroko (unsplash.com/alschim)

    Sebelum penangkapan puluhan warga Maroko ini, Aljazair sudah menangkap 23 warga asing di Oran, termasuk 18 di antaranya warga Maroko pada Juli. Penangkapan ini disebut sebagai bagian dari upaya meringkus jaringan organisasi kriminal. 

    Dilansir Morocco World News, penangkapan ini menjadi ketiga kalinya Aljazair menangkap puluhan warga Maroko. Pada Mei, polisi Aljazair sudah menangkap 77 orang dalam operasi yang sama di Oran dan 67 di antaranya teridentifikasi sebagai warga Maroko. 

  3. 3. Aljazair dukung dekolonisasi Sahara Barat di PBB

    tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat
    tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat (unsplash.com/nhuenerfuerst)

    Pada akhir September, Menteri Luar Negeri Aljazair, Ahmed Attaf mengungkapkan dekolonisasi di Sahara Barat di Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa warga di Sahara Barat membutuhkan hak menentukan nasib sendiri. 

    “Aljazair mendukung penuh hak warga Sahara Barat untuk menentukan nasib sendiri dan didasarkan pada upaya dekolonisasi yang tentu tidak dapat hanya diselesaikan lewat menetapkan fakta di lapangan,” terangnya, dikutip dari Democrata.

    Attaf menyebut bahwa Aljazair akan terus membantu dan menampung warga Sahara Barat. Menurutnya, Sahara Barat harus menjalani proses rekonsiliasi dengan mendorong penentuan nasib sendiri. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More