Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab, mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto akan mengirim surat belasungkawa atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Surat disampaikan setelah ada usulan dari para mantan presiden dan mantan menteri luar negeri Indonesia yang diundang ke Istana semalam.
“Tadi malam Pak Prabowo menyatakan akan mengirim (ungkapan belasungkawa), sudah menyatakan hal itu. Jadi ada usul dari floor, beliau bilang, ‘iya, mungkin terlambat tapi saya akan kirim’,” kata Alwi saat ditemui di Buka Bersama Kedutaan Besar Malaysia, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Alwi mengatakan, dalam pertemuan semalam Presiden Prabowo memberi penjelasan yang sangat mendalam. Hal ini tercermin dari waktu bertemu yang durasinya lebih dari 3 jam tersebut.
“Ada usul dari floor untuk penjelasan itu harus disampaikan sendiri oleh Pak Prabowo karena banyak kesalahpahaman yang terjadi. Jadi perlu Pak Prabowo menjelaskan kepada masyarakat,” kata Alwi.
Dia mengatakan, usulan itu diberikan agar dapat meluruskan kesalahpahaman yang membuat nama Prabowo menjadi tercemar.
“Dia dianggap terlalu pro-Amerika padahal beliau mempunyai alasan yang valid. Tapi kita tidak bisa bicara itu, biar beliau sendiri yang menyampaikan,” kata dia.
Dia menambahkan, pada Kamis (5/3/2026), akan ada pertemuan antara Presiden Prabowo dengan sejumlah tokoh, membahas hal yang sama. Sayangnya, dia tak menjelaskan lebih lanjut.
Pada Selasa (3/3/2026), Prabowo mengundang mantan presiden dan mantan wapres di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Prabowo disebut ingin menjadi juru damai dari perang tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Sugiono, menuturkan, surat duka yang dimaksud sudah diserahkan kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi pada Rabu.
