Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Amerika Serikat Izinkan AI Grok Masuk Sistem Militer Rahasia, Ada Apa?
ilustrasi aplikasi X milik Elon Musk (pexels.com/UMA Media)
  • Pentagon menandatangani perjanjian dengan xAI milik Elon Musk, memberi izin bagi AI Grok untuk digunakan dalam sistem militer rahasia Amerika Serikat.
  • Sebelumnya hanya Claude dari Anthropic yang diizinkan beroperasi di lingkungan militer tertutup, namun kini Grok mendapat akses setelah menyetujui standar penggunaan sah Pentagon.
  • Meski Grok belum seandal Claude, Pentagon mempertimbangkan transisi dan memperluas negosiasi dengan OpenAI serta Google agar model mereka juga bisa masuk ke sistem rahasia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Perusahaan kecerdasan buatan xAI milik Elon Musk resmi menandatangani perjanjian dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon. Kesepakatan ini memungkinkan model AI bernama Grok digunakan di sistem militer paling tertutup. Informasi tersebut pertama kali diungkap Axios pada Senin (23/2/2026), mengutip keterangan pejabat pertahanan.

Melalui kerja sama itu, Grok memperoleh izin mengakses jaringan yang menangani analisis intelijen sensitif, riset persenjataan, hingga pelaksanaan operasi tempur.

1. Pemerintah AS batasi model AI untuk sistem rahasia

Gedung Putih (pexels.com/Chris)

Sebelumnya, hanya Claude yang dikembangkan Anthropic yang diizinkan beroperasi di lingkungan militer rahasia. Model tersebut telah dimanfaatkan dalam sejumlah misi pertahanan, termasuk kolaborasi dengan Palantir dalam operasi evakuasi Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama istrinya.

Dilansir Anadolu Agency, pada tahun sebelumnya, pemerintah AS sebenarnya telah memberi persetujuan bagi Grok, ChatGPT milik OpenAI, Gemini dari Google, serta Claude untuk digunakan di sistem pemerintahan yang tidak bersifat rahasia atau unclassified systems. Namun, untuk penugasan paling sensitif di sektor militer, otorisasi selama ini hanya diberikan kepada Claude.

2. Pentagon minta penggunaan luas untuk Claude dan Grok

ilustrasi tampilan Grok (unsplash.com/Salvador Rios)

Dalam prosesnya, Pentagon meminta Anthropic agar Claude dapat dipakai untuk seluruh kepentingan yang dinilai sah secara hukum, termasuk pengawasan massal terhadap warga AS serta pengembangan senjata otonom penuh. Permintaan tersebut ditolak Anthropic meski Claude telah dibekali lapisan pengamanan internal atau safety stack, dilansir dari Endgadget.

Sebaliknya, xAI menyatakan persetujuan atas standar penggunaan sah sebagaimana diajukan Pentagon. Dengan persetujuan itu, Grok kini bisa diterapkan untuk berbagai kepentingan yang dianggap legal oleh Departemen Pertahanan AS.

3. Pentagon pertimbangkan transisi Claude ke Grok

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pejabat militer mengungkapkan Grok saat ini belum dipandang setangguh maupun seandal Claude. Pergantian dari Claude ke Grok dalam sistem tertutup juga dinilai kompleks secara teknis. Hingga kini belum ada kepastian apakah Grok akan sepenuhnya menggantikan Claude maupun estimasi waktu peralihannya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dijadwalkan bertemu CEO Anthropic Dario Amodei di Pentagon. Seorang pejabat pertahanan menyampaikan kepada Axios bahwa Hegseth akan menyampaikan ultimatum, yakni jika Anthropic tetap mempertahankan pembatasan keamanan, perusahaan tersebut dapat dikategorikan sebagai risiko rantai pasok oleh Departemen Pertahanan.

Di waktu bersamaan, Pentagon mempercepat komunikasi dengan OpenAI melalui ChatGPT dan Google lewat Gemini agar model mereka dapat masuk ke sistem rahasia. Keduanya dipandang memiliki kapabilitas setara Claude. Proses negosiasi masih berlangsung, dan Pentagon berharap kedua perusahaan itu bersedia memenuhi ketentuan seluruh penggunaan yang sah menurut hukum, meski sejumlah kendala teknis masih dihadapi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team