Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pengembangan sport tourism melalui berbagai kejuaraan olahraga mulai dari skala nasional hingga internasional.
Jakarta Jadi Kiblat Baru Sport Tourism Dunia

Jakarta terpilih sebagai tuan rumah FIA Rallycross World Cup 2026, menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang menggelar ajang balap internasional bergengsi tersebut di JIEC Ancol.
BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses menarik sekitar 45.500 pelari dari dalam dan luar negeri, memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan.
Gubernur Pramono menegaskan event olahraga besar memberi multiplier effect signifikan bagi ekonomi daerah, mendorong sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, selain mendongkrak ekonomi, hal ini dilakukan salah satunya untuk masuk Top 50 Kota Global pada 2030.
1. Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026

Jakarta mencetak sejarah setelah terpilih sebagai kota pertama di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah ajang balap internasional bergengsi, FIA Rallycross World Cup 2026.
Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Desember 2026 di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara.
"Kami merasa bangga dan terhormat Jakarta sebagai tuan rumah. Pemprov DKI Jakarta siap menyambut para pembalap dunia dalam event FIA Rallycross World Cup 2026," ujar Pramono di Balai Kota, pada Kamis (16/4).
Ia berharap ajang balap ini mengokohkan posisi Jakarta sebagai sport and entertainment city kelas dunia.
"Kehadiran FIA Rallycross World Cup 2026 diharapkan memberi dampak langsung pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, logistik, pariwisata, hingga UMKM lokal, sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang aktif dan kompetitif," tuturnya.
2. Sukses Selenggarakan BTN JAKIM 2026

Tidak hanya balapan, maraton juga menjadi pilar utama dalam memperkuat citra sport destination Jakarta. Hal ini terlihat di penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 pada 13–14 Juni.
Ajang lari tahunan hasil kolaborasi Pemprov DKI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ini sukses memfasilitasi sekitar 45.500 pelari nasional maupun internasional.
Event tersebut membagi kategori lomba menjadi BSN 5K dan EJ Sport 10K pada Sabtu, serta Le Minerale Half Marathon dan BTN Marathon pada Minggu.
“Ajang ini sudah menjadi kegiatan yang ditunggu banyak orang, bahkan di tingkat internasional,” ujar Pramono, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Selasa (14/4).
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan tingginya animo masyarakat terlihat sejak proses pendaftaran dibuka.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan, kami melihat antrean pendaftaran di kantor cabang sudah terjadi sejak malam hari. Ini menunjukkan JAKIM telah menjadi fenomena baru di masyarakat,” ujar Nixon.
3. Multiplier Effect bagi Perekonomian Daerah

Gubernur Pramono menegaskan, penyelenggaraan berbagai event olahraga memberikan dampak ekonomi yang luas (multiplier effect).
Kehadiran ribuan pelari dan wisatawan terbukti mendorong peningkatan di berbagai sektor, seperti perhotelan, kuliner, transportasi, ritel perlengkapan olahraga, hingga UMKM lokal.
“Penyelenggaraan ini memberikan multiplier effect yang signifikan. Hotel-hotel terisi, masyarakat datang dari berbagai daerah, dan UMKM bergerak,” ujarnya. (WEB)



















