Jakarta, IDN Times - Angka pendaftaran pernikahan di China pada sembilan bulan pertama tahun 2026 anjlok ke level terendah dalam 18 tahun terakhir. Data resmi Kementerian Urusan Sipil China pada Jumat (6/11/2026) mencatat hanya 4,65 juta pasangan yang menikah dari Januari hingga September 2026. Sementara itu, sebanyak 2,08 juta pasangan tercatat bercerai pada periode yang sama.
Kemerosotan tajam ini memicu kekhawatiran terkait penurunan angka kelahiran dan krisis demografi. Hal ini terjadi karena proses persalinan serta hak sipil anak di negara tersebut masih sangat bergantung pada ikatan pernikahan resmi, sehingga keengganan masyarakat untuk menikah berdampak langsung pada pertumbuhan populasi.