Mahasiswa Muhammadiyah Gelar Aksi 10 November di Tugu Tani, Ini Tuntutannya

Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dari berbagai daerah akan menggelar aksi pada 10 November 2026 pukul 13.00 WIB di Tugu Tani, Jakarta Pusat, dengan sekitar 800 peserta.
Aksi bertajuk #PulihkanIndonesia membawa lima tuntutan terkait karhutla, pejabat koruptif, pendidikan-kesehatan-pengangguran, penegakan hukum terhadap pelanggar, serta keberpihakan aparat kepada masyarakat.
Sebagian peserta telah tiba di Jakarta untuk konsolidasi, membiayai perjalanan sendiri dan menginap di kampus atau rumah mahasiswa; LBH Jakarta serta TAUD dihubungi untuk pendampingan advokasi.
Jakarta, IDN Times - Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTMA) di Indonesia akan menggelar aksi pada 10 November 2026, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Aksi akan berpusat di Tugu Tani, Jakarta Pusat, mulai pukul 13.00 WIB.
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) Muhamad Fakhri mengungkapkan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah yang akan turun aksi sekitar 800 orang, merupakan gabungan dari berbagai kampus Muhamadiyah di Sumatra, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah dan Bali.
Sementara itu, Koordinator Pusat PTMA, Asrul Haruna, dalam video yang diterima IDN Times mengatakan, aksi digelar karena melihat banyaknya persoalan saat ini, sehingga penting disuarakan untuk memulihkan Indonesia.
"Dalam hal ini kami mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat, rakyat Indonesia khususnya yang tertindas dan terzalimi turun aksi pada tanggal 10 November di Tugu Tani," ujarnya.
1. Ke Jakarta menggunakan biaya sendiri

Mahasiwa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah konsolidasi jelang demo (Dok. Istimewa) Saat ini, sebagian dari mahasiswa peserta aksi sudah berada di Jakarta untuk melakukan konsolidasi akbar. "Sebagian sudah sampai, tinggal kawan-kawan dari Sumatra dan Jawa Tengah saja yang belum lengkap, kemungkinan tanggal 9 baru sampai," kata Fakhri kepada IDN Times, Jumat (6/11/2026) malam.
"Setelah konsolidasi akbar, lanjut konsolidasi ke masing-masing kampus," ujarnya.
Fakhri memastikan, para mahasiswa yang akan aksi datang ke ibu kota dengan biaya sendiri. Mereka datang menggunakan bus dan kereta, serta menginap di kampus-kampus Muhammadiyah dan tempat tinggal sesama mahasiswa.
2. Lima tuntutan mahasiswa dengan tagline #PulihkanIndonesia

Aliansi mahasiswa mulai memadati area Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). (IDN Times/Tino Satrio) Pada aksi 10 November ini, mahasiswa PTMA mengusung tagline #PulihkanIndonesia dengan 5 tuntutan, yaitu:
1. Pulihkan Indonesia dari karhutla yang sampai hari ini terus menghasilkan korban manusia, matinya binatang, rusaknya hutan dan air akibat dari ketidakbecusan Mentri Kehutanan dalam menjalankan tugasnya.
2. Pulihkan Indonesia dari pejabat koruptif yang berpatner dengan investor/pengusaha yang tidak berkomitmen dengan prinsip keberlanjutan/eksplorasi yang menghancurkan masa depan bangsa.
3. Pulihkan Indonesia: semua masa depan Indonesia harus didukung oleh kepastian kualitas dan pemenuhan hak pendidikan, akses kesehatan, hilangnya pengangguran.
4. Pulihkan Indonesia: para aparat penegak hukum, pemerintah berani memberantas para pejabat, jenderal, oligarki yang melanggar aturan dan mengkhianti bangsa tanpa memandang siapa dan punya jabatan apa.
5. Pulihkan Indonesia: seluruh aparat penegak hukum bersama dan berpihak dengan masyarakat dalam menegakkan hukum.
Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta Alvian Maulana mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa, pemuda ikut turun ke jalan melakukan aksi.
"Kami bukan menolak kekuasan, kami bukan benci pada kekuasan tapi kami benci pada kesewenang-wenangan," tegasnya.
3. Minta pendampingan LBH Jakarta dan Tim Advokasi untuk Demokrasi

Demo mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Chantika) Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Fakhri mengaku pihaknya sudah menghubungi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) untuk mendampingi aksi mereka.
"Tim TAUD dan LBH Jakarta sudah kami hubungi dan insyallah siap menjadi pendamping advokasi sebagai mitigasi apabila ada kawan-kawan yang ditangkap," ujarnya.






















